SENAYANPOST – Kabar positif datang dari Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Setelah menjadi korban penyiraman zat kimia berbahaya, kondisinya dilaporkan berangsur pulih. Aktivis HAM, Fatia Maulidiyanti, membagikan perkembangan terbaru ini merujuk pada hasil observasi medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Jadi mata Andrie masih bisa diselamatkan, dia tidak akan buta, dan kulitnya juga masih bisa diperbaiki," terang Fatia dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/26).
Fatia juga mengklarifikasi simpang siur informasi yang beredar mengenai dampak permanen pada penglihatan korban.
"Jadi, jika ada kabar-kabar di luaran sana yang bilang Andrie buta dan lain sebagainya, mohon itu tidak dihiraukan. Karena insya Allah Andrie bisa melihat lagi dan matanya berangsur pulih," tambahnya.
Baca Juga: WFP: Konflik Iran Bisa Picu Rekor Kelaparan Global Tertinggi dalam Sejarah Manusia
Saat ini, Andrie masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) dan belum diperbolehkan menerima kunjungan selain pihak keluarga. Selain pemulihan mata, tim dokter juga tengah menyiapkan prosedur operasi untuk memperbaiki jaringan kulit yang terdampak.
"Kecuali (dikunjungi) oleh keluarganya. Dan selain itu juga saat ini Andrie juga diperlukan untuk menjalani beberapa rangkaian operasi untuk mata ataupun kulitnya," kata Fatia sembari memohon doa untuk kesembuhan rekannya tersebut.
Laporan Medis RSCM: Luka Bakar 20 Persen
Pihak RSCM sebelumnya telah memaparkan detail trauma kimia yang dialami Andrie. Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa terdapat kerusakan kornea dan penurunan tajam penglihatan pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga.
"Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," jelas Yoga dalam rilis resminya, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: Viral di Kalangan Pencinta Burung, Berikut Lirik Lagu Kicau Mania
Tim dokter telah melakukan pembersihan jaringan dan transplantasi membran untuk mengupayakan penyembuhan. Secara umum, Andrie menderita luka bakar kimia sekitar 20 persen yang tersebar di area wajah, leher, dada, hingga kedua lengan.
"Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol," lanjut Yoga.
Seluruh biaya pengobatan ini dipastikan akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. *
Artikel Terkait
Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Jadi Ancaman Serius terhadap Keselamatan Pembela HAM di Tanah Air
Instruksi Langsung Presiden Prabowo: Kapolri Diminta Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Polisi Analisis 260 Kemungkinan Nomor Pelat Motor Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus