Terakhir big bos super jorok di atas memilih pengganti dirinya dengan "seorang yang hidupnya suka makan KBB dan punya gudang kotoran itu".
Baca Juga: Opini: Korupsi dan Pembubaran Parpol
Orang yang waras, pasti bertanya: Mana mungkin benda kotor dapat membersihkan kotoran?
Andaikan kotoran itu identik dengan korupsi, mana mungkin koruptor bisa memberantas korupsi?
Itulah gambaran negeri Konoha yang korup, yang bercita-cita melahirkan "generasi emas" di masa datang.
Big bos yang nepotis dan ambisius, tak sadar dirinya kini sedang membangun negeri kotor yang akan melahirkan generasi kotor.
Baca Juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Siapkan Tim Hukum, Febri Diansyah: Mulai Hari Ini dan Tahap Penyidikan
Generasi yang tak tahu, apa itu bersih, apa itu adil, dan apa itu integritas.
Kata big bos, sampah busuk adalah emas. Karena warnanya sama-sama kuning. Benar-benar logika sinting.***
Artikel Terkait
Mentan Syahrul Yasin Limpo Ajukan Pengunduran Diri Buntut Kasus Dugaan Korupsi Kementan
Kasus Dugaan Korupsi Seret Mentan Syahrul Yasin Limpo, Surya Paloh Jawab Isu Politisasi Hukum
Mentan Syahrul Yasin Limpo Siapkan Tim Hukum, Febri Diansyah: Mulai Hari Ini dan Tahap Penyidikan
Suami Zaskia Gotik Datang ke KPK, Diperiksa Atas Kasus Korupsi Gereja Papua
Opini: Firli dan Korupsi
Jelang Pemilu, Ikhwanul Muslimin Yordan Diduga Korupsi Donasi untuk Gaza Palestina
27 Caleg DPR RI Ini Ternyata Mantan Terpidana Korupsi, Simak Daftar Lengkapnya di Sini