Oleh: Dr.K.H. Amidhan Shaberah,
Komisioner Komnas HAM (2002-2007)
SENAYANPOST - Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak kodrati yang secara alamiah ada di dalam diri manusia. Karena itu, HAM adalah parameter kemanusiaan itu sendiri yang harus dihormati oleh setiap insan sejak lahir sampai mati.
HAM berfungsi untuk menjamin kelangsungan hidup dan kemerdekaan manusia, yang tidak dapat diganggu gugat dan diabaikan oleh siapa pun.
Oleh sebab itu, sudah seharusnya HAM dijunjung tinggi agar tercipta kondisi yang aman dan damai.
PBB saat ini dianggap menjadi pengawal HAM dunia. Negara-negara maju yang menjadi donatur utama PBB sering menjadi rujukan penghormatan manusia terhadap HAM.
Baca Juga: Jadwal Tayang Terbaru The Story of Park Marriage Contract Episode 11, Lengkap dengan Prediksi!
Akan tetapi, sampai saat ini, asumsi tersebut sering tidak sesuai kenyataan. Banyak terjadi pelanggaran HAM di dunia yang berawal dari kemunculan sebuah konflik antarnegara yang ironisnya dibiarkan PBB.
Negara-negara besar yang mendominasi PBB justru menambah runyam permasalahan HAM tersebut, sehingga solusinya kabur.
Saat ini kasus penting duniaadalah masalah pelanggaran HAM dalam konflik Israel dan Palestina. Sejak meletusnya konflik Israel Palestina 7 Oktober 2023, dengan korban hingga saat ini mencapai sekitar 20 ribu orang, pelanggaran HAM di Gaza dan Tepi Barat seperti dibiarkan berlalu begitu saja.
Padahal pelanggaran HAM tentara Israel atas penduduk sipil Palestina terpampang di depan mata dunia. Dan PBB nyaris tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa berteriak dan hilang bersama angin lalu.
Baca Juga: UNHCR Tanggapi Pemindahan Paksa Pengungsi Rohingya Aceh, Imbau Masyarakat Hati-hati Ujaran Kebencian
Sebetulnya pelanggaran HAM Israel terhadap Palestina tidak terjadi pada tahun 2023, sejak meletusnya konflik 7 Oktober 2023.
Tapi sudah muncul sejak 23 Juni 2008, ketika terjadi sebuah penembakan pertama Israel kepada warga sipil Palestina.
Pada saat itu, ketika warga sipil Palestina sedang mengumpulkan kayu bakar di dekat perbatasan Beith Lahia, wilayah perbatasan Israel-Gaza, tetiba, dua buah mortar (meriam) Israel mendarat di Gaza.