SENAYANPOST - Wacana pembatasan pemain naturalisasi yang dikeluarkan oleh Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI, membuat banyak pihak bereaksi bereaksi.
Selain dari pemain naturalisasi, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia atau APPI, menolak pembatasan pemain naturalisasi yang diusulkan oleh Erick Thohir.
APPI menuding jika hal tersebut melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Pasalnya pemain naturalisasi adalah pemain yang sudah resmi jadi WNI.
"Pembatasan pemain naturalisasi merupakan suatu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), setelah seseorang dinyatakan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI)."
Baca Juga: Perbedaan Pemain Sepak Bola Naturalisasi dan Pemain Lokal Versi Stefano Lilipaly
"Seyogyanya ia mendapatkan hak yang sama dengan WNI lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia."
"Hal ini tidak sejalan dengan Universal Declaration of Player Rights dan FIFA’s Human Rights Policy," tulis APPI.
APPI mendesak aturan tersebut bisa dirundingkan kembali. Karena beberapa pemain naturalisasi di Liga 1 membela timnas Indonesia.
Apalagi, tujuan mereka menjadi WNI adalah untuk bisa membela skuad Garuda.
Beberapa yang masih aktif bersama timnas yakni Marc Klok dan Ilija Spasojevic.
"Jika naturalisasi dianggap suatu polemik di sepak bola nasional, perlu dicari solusi terbaik dan bukan malah membatasi jumlahnya dalam setiap tim."
"Terlebih sebagian dari pemain-pemain tersebut pernah dan bahkan masih menjadi pemain aktif dari tim nasional Indonesia."
"Sebagian dari mereka memilih menjadi WNI karena kebutuhan dan permintaan untuk tim nasional," tambah APPI.
APPI mempertanyakan tujuan adanya aturan pembatasan kuota pemain naturalisasi.
Artikel Terkait
Ada Menteri yang Ingin Fokus Urus Sepak Bola, Wapres Bilang Begini Soal Reshuffle Menteri
LINK LIVE STREAMING Persib vs Persik Kediri di BRI Liga 1, Kick Off 8 Maret Pukul 15.00 WIB
Perbedaan Pemain Sepak Bola Naturalisasi dan Pemain Lokal Versi Stefano Lilipaly