China Undang Netanyahu, Amerika Sebut Israel Langgar HAM

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Kamis, 29 Juni 2023 | 01:54 WIB

SENAYANPOST- Hubungan Israel dan Amerika Serikat (AS) mulai menghangat sejak Selasa, 27 Juni 2023 kemarin, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan konfrensi pers bahwa dirinya diundang oleh Presiden China Xi Jinping untuk berkunjung ke Beijing.

“AS tetap merupakan mitra paling strategis bagi Israel,” tegas PM Benjamin Netanyahu.

Presiden AS Joe Biden merespon pernyataan PM Benjamin Netanyahu dengan kritik pembangunan pemukiman baru yang dianggap merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan dapat meningkatkan konstelasi antara Israel dan Palestina.

Selain itu, pernyataan Presiden AS Joe Biden agar Israel semakin dewasa dalam berdemokrasi mendapatkan serangan dari sejumlah menteri dan politisi ultra-radikal Israel agar AS tidak mengintervensi urusan dalam negeri Israel.

Undangan Presiden Xi Jinping kepada PM Benjamin Netanyahu merupakan upaya China untuk melawan usaha AS yang ingin mengucilkan China dalam dinamika konstelasi dunia internaisonal.

Sementara itu, mantan kepala dinas intelijen luar negeri Israel, Mossad, Jenderal Efraim Halevy menjelaskan bahwa China tengah berusaha menyusun tata politik baru di kawasan Timur Tengah setelah berhasil menormalkan hubungan Arab Saudi dengan Iran.

“Tidak menutup kemungkinan China akan menjalinkan hubungan diplomatik antara Israel dengan Iran,” jelasnya.

Sebelumnya, pada medio Juni 2023, Presiden Xi Jinping menerima Presiden Palestina Mahmud Abbas dan menyatakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina dengan solusia 2 (dua) negara berdampingan. (Muqoddas).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X