Awan menegaskan bahwa Kemenkeu terus berkomitmen untuk melakukan pembersihan sambil berkoordinasi dengan PPATK.
Baca Juga: Erick Thohir Kecewa, Setelah BLACKPINK Menyelesaikan Konsernya di SUBK
"Intinya, ada kerja sama antara Kemenkeu dan PPATK," tandas Awan.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan dugaan transaksi mencurigakan yang ada di Kemenkeu.
Hal tersebut diungkapkan pertama kali oleh Menko Polhukam, Mahfud MD beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Target Pasar dari RD Anak Lilis Karlina Berusia 15 Tahun yang Sudah Bisa Jualan Obat Terlarang
Menurut data yang diterimanya, nilai transaksi tersebut ada dari tahun 2009 hingga 2023.
Mahfud juga mengatakan bahwa transaksi mencurigakan senilai Rp300 triliun itu di luar aset Rafael Alun Sambodo yang senilai Rp500 miliar.
Diketahui, Rafael Alun Sambodo adalah mantan pegawai Ditjen Pajak yang menjadi sorotan karena anaknya terseret kasus penganiayaan, Mario Dandy Satriyo.
Baca Juga: Anaknya Berusia 15 tahun Sudah 2 Tahun Konsumsi dan Jualan Obat Terlarang, Lilis Karlina Tak Tahu?
Mario Dandy Satriyo kerap memamerkan harta kekayaannya di media sosial hingga kini menjadi sorotan masyarakat.***
Artikel Terkait
Rafael Alun Trisambodo Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, Kemenkeu Sebut Sri Mulyani Setujui Usulan Pemecatan
Mahfud MD Sebut Ada Transaksi Mencurigakan Rp300 Triliun, Begini Tanggapan Kemenkeu
Viral Pegawai Bea Cukai Makassar Diduga Pamer Harta Kekayaan di Medsos, Kemenkeu Panggil Andhi Pramono
Mahfud MD Ungkap Asal Mula Transaksi Rp300 Triliun di Kemenkeu, Sebut Ada 160 Laporan Lebih
Kemenkeu Diterpa Isu Tak Sedap, Mahfud MD Sebut Punya Semangat yang Sama dengan Sri Mulyani