SENAYANPOST - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengkritik keras serangan Israel terhadap Iran, dengan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ironi dalam politik keamanan kawasan.
Sebagaimana diketahui, saat ini Amerika Serikat bersama dengan Israel penjajah melakukan serangan militer kepada Iran di tengah-tengah negosiasi nuklir yang sedang berlangsung.
Serangan tersebut dimulai pada Sabtu pagi dan telah menewaskan para pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga: Beredar Video Pidato Trump dan Netanyahu Menggunakan Bahasa Persia di Siaran TV Iran
Menurut Boroujerdi, Israel justru menjadi pihak yang selama ini aktif melakukan aksi militer di kawasan, namun tetap menuduh Iran sebagai ancaman.
"Ironisnya, kenyataan pahitnya adalah rezim Zionis memberikan kecaman yang berorientasi pada kekerasan. Negara rezim Zionis hampir menyerang semua negara tetangganya yang dekat dengan wilayahnya," ujar Boroujerdi dalam konferensi pers yang digelar pada 2 Maret 2026 di Menteng, Jakarta Pusat.
Ia juga menyoroti posisi Israel dalam rezim non-proliferasi nuklir internasional.
"Rezim Zionis Israel juga bukan bagian dari NPT, bukan juga bagian dari Badan Tenaga Atom Internasional, dan melakukan genosida terhadap Palestina," katanya.
Boroujerdi menilai tuduhan Israel terhadap Iran sebagai ancaman keamanan tidak sejalan dengan fakta sejarah konflik di kawasan.
Baca Juga: Cerita Tresnany Moonlight yang Tak Hanya Dengar Suara Ledakan tapi Pecahan Rudal Iran Jatuh ke Hotel
"Rezim Zionis dengan sifat yang telah saya jelaskan mengatakan Iran sebagai ancaman dan melakukan serangan preemptif terhadap negara kami. Tentu saja ini merupakan sebuah ironi," ujarnya.
Ia menegaskan Iran tidak pernah memulai invasi terhadap negara lain, dan menolak label bahwa Teheran adalah pihak yang berorientasi pada perang.
"Kami tidak pernah menyerang negara mana pun, tidak pernah memulai sebuah invasi, tetapi dicap sebagai pihak yang berorientasi terhadap peperangan," tegas Boroujerdi.
Pernyataan Dubes Iran tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan berbagai pihak saling menuduh terkait eskalasi militer yang terus berkembang..***
Artikel Terkait
Dino: Rencana Mediasi Prabowo ke Iran Tidak Realistis, AS Bakal Ogah Ditengahi
Dino Patti Djalal: Konflik Iran Bisa Jadi Pengalihan Isu Domestik Trump di Tengah Kasus Epstein
Viral Semua Penerbangan di Timur Tengah Diklaim Tertunda usai Meletusnya Perang Israel vs Iran
Cerita Tresnany Moonlight yang Tak Hanya Dengar Suara Ledakan tapi Pecahan Rudal Iran Jatuh ke Hotel
Beredar Video Pidato Trump dan Netanyahu Menggunakan Bahasa Persia di Siaran TV Iran