Walau demikian, Iran tetap patuh untuk masuk ke ruang perundingan baru dengan Amerika Serikat.
“Setelah itu (JCPOA) kami lima kali melakukan perundingan, dengan lima putaran. Sampai sebelum putaran keenam tahun lalu (2025), kami mendapatkan serangan militer dari Zionis Israel dan Amerika Serikat,” ujar Boroujerdi.
Selepas serangan tersebut, AS kembali memaksa agar Iran, kembali ke meja perundingan.
Kata Boroujerdi, sebagai negara yang ingin tetap patuh pada upaya mencegah peperangan, Iran tetap meladeni perundingan itu agar dilakukan.
“Tetapi lagi-lagi, baru dua kali negosiasi dilakukan, negosiasi bersama Amerika Serikat, sebelum negosiasi ketiga, hal yang sama terjadi. Kami kembali diserang oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat,” kata Boroujerdi.
Serangan yang dilakukan, kata Boroujerdi, terjadi ketika juru runding dari negara pihak ketiga menyampaikan adanya kemajuan positif yang signifikan.
Kondisi ini mendesak adanya keputusan politik di dalam negeri Iran, yang tak sudi lagi masuk dalam kemauan Presiden AS Donald Trump ke meja perundingan.
“Kami tidak lagi percaya dengan perundingan dan melaksanakan negosiasi ketika tidak ada jaminan untuk kami tidak diserang,” ujar Boroujerdi.
Serangan AS-Israel dilakukan sejak Sabtu 28 Februari 2026 lalu. Hingga kini, Iran dalam posisi bertahan membalas serangan-serangan itu.
Perang terbuka AS-Zionis dengan Iran ini, pun berdampak luas ke negara-negara kawasan Teluk.
Sebab, Iran membalas dengan melancarkan drone-drone serbunya ke negara-negara Teluk tempat berdirinya pangkalan militer AS.
Dalam perang ini, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi Wali Agung Ayatullah Ali Khamenei yang wafat saat rumah tinggal dan kantornya dibom dengan rudal dan misil pada Sabtu lalu.(*)
Artikel Terkait
Dubes Iran: Israel Bukan Anggota NPT, Tapi Serang Teheran dan Menuduh Kami Ancaman
Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Sebut Negosiasi Selalu Digagalkan Serangan: APBN dan Tentara AS Disandera Israel
'Negosiasi Rasa Jebakan Batman', Dubes Iran Nilai Diplomasi dengan AS Kerap Berujung Serangan
Indonesia Siap Mediasi, Iran Tegaskan Tak Akan Negosiasi dengan AS dan Serukan Dukungan Dunia Islam
Iran Tuding AS Picu Krisis di Selat Hormuz, Jalur Energi Dunia di Ambang Risiko