Dubes Iran di Indonesia Ungkap Iran Tak Lagi Percaya Lakukan Perundingan dengan Amerika Serikat

photo author
Hanggi Senayan Post, Senayan Post
- Selasa, 3 Maret 2026 | 07:33 WIB
Dubes Iran di Indonesia Mohammad Boroujerdi, tegaskan Iran tak lagi percaya pada perundingan yang dilakukan Amerika Serikat (Hanggi/Senayan Post)
Dubes Iran di Indonesia Mohammad Boroujerdi, tegaskan Iran tak lagi percaya pada perundingan yang dilakukan Amerika Serikat (Hanggi/Senayan Post)

Walau demikian, Iran tetap patuh untuk masuk ke ruang perundingan baru dengan Amerika Serikat.

“Setelah itu (JCPOA) kami lima kali melakukan perundingan, dengan lima putaran. Sampai sebelum putaran keenam tahun lalu (2025), kami mendapatkan serangan militer dari Zionis Israel dan Amerika Serikat,” ujar Boroujerdi.

Selepas serangan tersebut, AS kembali memaksa agar Iran, kembali ke meja perundingan.

Kata Boroujerdi, sebagai negara yang ingin tetap patuh pada upaya mencegah peperangan, Iran tetap meladeni perundingan itu agar dilakukan.

“Tetapi lagi-lagi, baru dua kali negosiasi dilakukan, negosiasi bersama Amerika Serikat, sebelum negosiasi ketiga, hal yang sama terjadi. Kami kembali diserang oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat,” kata Boroujerdi.

Serangan yang dilakukan, kata Boroujerdi, terjadi ketika juru runding dari negara pihak ketiga menyampaikan adanya kemajuan positif yang signifikan.

Kondisi ini mendesak adanya keputusan politik di dalam negeri Iran, yang tak sudi lagi masuk dalam kemauan Presiden AS Donald Trump ke meja perundingan.

“Kami tidak lagi percaya dengan perundingan dan melaksanakan negosiasi ketika tidak ada jaminan untuk kami tidak diserang,” ujar Boroujerdi.

Serangan AS-Israel dilakukan sejak Sabtu 28 Februari 2026 lalu. Hingga kini, Iran dalam posisi bertahan membalas serangan-serangan itu.

Perang terbuka AS-Zionis dengan Iran ini, pun berdampak luas ke negara-negara kawasan Teluk.

Sebab, Iran membalas dengan melancarkan drone-drone serbunya ke negara-negara Teluk tempat berdirinya pangkalan militer AS.

Dalam perang ini, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi Wali Agung Ayatullah Ali Khamenei yang wafat saat rumah tinggal dan kantornya dibom dengan rudal dan misil pada Sabtu lalu.(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi Senayan Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X