Peringatan Hari Bhayangkara, Presiden Prabowo Subianto: Kita Hormati Kritik, tapi Tak Boleh Rusak Demokrasi

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 1 Juli 2026 | 17:07 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato peringatan Hari Bhayangkara menegaskan soal kritik dan demokrasi di Indonesia. (Bakom RI)
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato peringatan Hari Bhayangkara menegaskan soal kritik dan demokrasi di Indonesia. (Bakom RI)

 

SENAYANPOST - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang harus dihormati.

Namun, ia mengingatkan agar demokrasi Indonesia tidak disalahgunakan oleh kepentingan tertentu yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan amanat di hadapan ribuan anggota Polri pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).

Dalam peringatan Hari Bhayangkara tersebut, Presiden Prabowo mengatakan pembangunan demokrasi harus terus diperkuat dengan menjunjung tinggi kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Prabowo Minta Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul untuk Percepat Hilirisasi Industri

Menurutnya, kritik memiliki peran penting sebagai pengingat sekaligus sarana evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki berbagai kebijakan.

"Kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita," kata Presiden Prabowo.

Meski demikian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa demokrasi juga harus dijaga dari berbagai bentuk penyalahgunaan yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Tapi keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," tegasnya.

Baca Juga: Masa Tunggu Haji Kini Mencapai 26 Tahun, Presiden Prabowo Ingin Lebih Cepat Lagi

Ia juga menekankan bahwa perbedaan pendapat tidak boleh berkembang menjadi kebencian ataupun perpecahan di tengah masyarakat.

"Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berdiri di atas nilai-nilai bangsa Indonesia. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan. Kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kita," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan pesan khusus kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia agar terus menjadi institusi yang menjaga kualitas demokrasi nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Bakom RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X