Mulai dari debat dan kompetisi politik yang terjadi pada proses pemilu, pilpres dan pilkada, sampai peristiwa-petistiwa "panas" yang terjadi sesudahnya.
Dalam muhasabah mengakhiri tahun 2024, bangsa Indonesia perlu "bertobat" untuk tidak mengulangi kecurangan dan segala macam kesalahan yang terjadi dalam mengarungi proses politik pemilu, pilpres, dan pilkada.
Seterusnya untuk menyongsong tahun baru 2025, bangsa Indonesia harus bertekad untuk memperbaiki diri dengan menjalankan politik dan pemerintahan yang adil dan beradab. Semoga Allah memberkahi bangsa Indonesia.***
Artikel Terkait
Opini: Talang Plastik di Rumah Pak AR
Opini: Hubungan Malaysia dengan Teluk Guantanamo
Opini: Luthfi Yazid dan DePA-RI
Opini: Tragedi Kemang dan Petisi Satu Pena
Opini: Memilih Ketua MA di Era Transisi Kepemimpinan Nasional
Opini: Dunia Hukum Kembali Terguncang