Opini: Talang Plastik di Rumah Pak AR

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Rabu, 25 September 2024 | 16:52 WIB
Dr. Abdul Aziz, M.Ag, Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said, Surakarta
Dr. Abdul Aziz, M.Ag, Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said, Surakarta

Oleh : Dr. Abdul Aziz, M.Ag,
Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said, Surakarta

SENAYANPOST - Dalam buku "Pak AR Sang Penyejuk" karya Syaefudin Simon, terdapat sebuah cerita menarik tentang Pak AR -- Abdul Rozaq Fachrudin, Ketua PP Muhammadiyah periode 1968-1990.

Suatu ketika, beliau menerima kiriman uang dari seorang dermawan kaya di Jakarta, dengan jumlah yang mencapai puluhan juta rupiah.

Jumlah ini sangat signifikan, terutama bagi Pak AR, seorang pensiunan pegawai negeri yang hidup sederhana.

Setelah uang tersebut diletakkan di meja, Pak AR memanggil putra bungsunya, Fauzi, yang sedang kuliah di Fakultas Kedokteran UGM.

Baca Juga: 4 Destinasi Wisata di Ungaran, Jawa Tengah, Cocok Buat Pecinta Alam!

Ia meminta Fauzi untuk membagikan uang itu ke dalam sejumlah amplop, masing-masing sudah tertulis nama penerima—seperti Yayasan Yatim Piatu Muhammadiyah, sekolah Muhammadiyah, dan lain-lain.

Semua uang tersebut habis dimasukkan ke amplop. Fauzi, yang memasukkan uang dengan sedikit kesal, bertanya, "Pak, kenapa uangnya habis, tidak ada sisa?"

Pak AR menjawab, "La, ini uang orang. Ia memberikan uang ini kepada saya karena saya pimpinan Muhammadiyah. Jika bukan karena itu, tidak mungkin orang kaya ini memberi uang kepada saya."

Fauzi menyindir, "Talang kok ora teles," merujuk pada ayahnya sebagai talang air. Pak AR pun membalas, "Yo ben. Iki talang plastik."

Baca Juga: Suhu Terpanas Dominan di Wilayah Pantura, Peneliti Ungkap Cara Mudah Turunkan Suhu Hingga 2 Derajat Celcius

Dalam pandangan Fauzi -- dan mungkin juga sebagian besar dari kita -- dari puluhan juta tersebut, wajar jika ada sedikit yang "netes" ke keluarga Pak AR.

Sebagai mediator, adalah hal yang biasa bagi lembaga amal untuk mengambil sebagian kecil dari donasi untuk biaya operasional. Pemberi donasi pun umumnya memaklumi hal ini.

Namun, Pak AR menjelaskan kepada anaknya bahwa uang tersebut diberikan karena orang kaya itu mengetahui posisinya sebagai pimpinan Muhammadiyah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X