Opini: Muhasabah di Akhir 2024 dan Awal 2025

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Selasa, 31 Desember 2024 | 19:09 WIB
KH. Dr. Amidhan Shaberah
KH. Dr. Amidhan Shaberah

Dalam ayat tersebut, Allah dengan tegas menganjurkan umat manusia untuk senantiasa memperhatikan setiap langkah dan perbuatan mereka selama hidup di dunia.

Sebab, semua perbuatan tersebut kelak akan dihisab secara teliti di kemudian hari. Dengan demikian muhasabah itu penting -- tak hanya di momen pergantian tahun, tapi juga setiap saat.

Maka akangkah baiknya memperingati tahun baru 2025, kita melakukan muhasabah secara menyeluruh di sepanjang hidup kita.

Minimal di sepanjDatahun 2024. Kemudian kita "berniat" untuk memperbaiki amal ibadah untuk tahun 2025.

Baca Juga: Opini: Tragedi Kemang dan Petisi Satu Pena

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyatakan: Hendaknya setiap orang memperhatikan baik-buruknya perbuatan yang akan dilakukan untuk kebaikan esok hari.

Untuk bekal hidup di hari kemudian, lakukanlah hal-hal terbaik yang betmanfaat untuk manusia dan lingkingan hidupnya.

Di era global warming dan ancaman perang nuklir, amalan terbaik adalah upaya penyelamatan hidup manusia dan mencegah perang nuklir yang akan menghancurleburkan planet bumi.

Allah sangat membenci orang-orang yang membuat kerusakan di bumi. Dan Allah akan menimpakan kesengsaraan atau siksa kepada manusia yang merusak bumi itu.

Dalam surat Ar-Rum 41-42 Allah berfirman: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

Yang mempersekutukan Allah dalam konteks ayat ini adalah orang-orang zalim dan orang-orang yang sok berkuasa atau diktator, menganggap dirinya Tuhan (musyrik).

Kenapa Allah membenci perusak bumi? Karena para perusak bumi adalah orang-orang zalim. Mereka adalah orang-orang yang merusak keadilan.

Dalam Quran, Allah berkali-kali mengingatkan manusia untuk berbuat adil dalam segala hal. Ini karena keadilan adalah penopang kehidupan alam semesta.

Manusia berperang dan global warming meningkat, penyebab utamanya adalah rusaknya keadilan. Itulah sebabnya Sayyidina Ali menyatakan, tegakkan keadilan meski langit akan runtuh. Karena hanya dengan keadilan, kehidupan di bumi dan langit tegak dan kokoh.

Bagi bangsa Indonesia, bermuhasabah di pergantian tahun 2024-2025 ini sangat penting. Karena di periode tersebut terjadi banyak peristiwa politik yang memanaskan kehidupan bernegara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X