Oleh: DR. KH Amidhan Shaberah,
Ketua MUI (1995-2015)/Komnas HAM 2002-2007
SENAYANPOST - Hari ini, Selasa 31 Desember 2924, umat manusia di seluruh dunia mengucapkan: Selamat tinggal Tahun 2024 sekaligus menyambut tahun baru 1 Januari 2025.
Tanggal 31 Desember 2024 dan 1 Januari 2025 kini telah menjadi "Hari Raya Dunia" semua umat manusia.
Maka, alangkah baiknya jika momen tersebut, tak hanya di isi dengan pesta pora. Tapi juga diisi dengan muhasabah.
Apa itu muhasabah? Muhasabah adalah refleksi diri secara menyeluruh.
Baca Juga: Opini: Dunia Hukum Kembali Terguncang
Yaitu berupa perenungan terhadap apa yang telah kita lakukan di masa lalu, dan apa yang harus kita lakukan di masa depan.
Semuanya dilakukan untuk memperbaiki kualitas kehidupan individu dan sosial kita, termasuk dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian muhasabah mempunyai makna yang lebih luas, dan mendalam dari sekadar kaleidoskop yang mencatat petistiwa-peristiwa tahun terakhir.
Momen pergantian tahun ini, tepat sekali bila dijadikan refleksi diri total untuk mengenang dan mengevaluasi perbuatan yang telah kita lakukan selama setahun terakhir.
Baca Juga: Opini: Memilih Ketua MA di Era Transisi Kepemimpinan Nasional
Dalam Islam, refleksi diri total tersebut dikenal dengan istilah muhasabah.
Muhasabah atau evaluasi diri menyeluruh itu penting bagi kehidupan manusia. Dengan melakukan muhasabah, seseorang diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik di masa datang.
Dalam Surat al-Hasyr 18 Allah berfirman: “Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Artikel Terkait
Opini: Talang Plastik di Rumah Pak AR
Opini: Hubungan Malaysia dengan Teluk Guantanamo
Opini: Luthfi Yazid dan DePA-RI
Opini: Tragedi Kemang dan Petisi Satu Pena
Opini: Memilih Ketua MA di Era Transisi Kepemimpinan Nasional
Opini: Dunia Hukum Kembali Terguncang