Lo! Kenapa?
Baca Juga: Komentar Andika Perkasa Soal Kekuatan Lawannya di Pilgub Jateng
Bagiku Denny bukan hanya seorang penulis produktif dan intelektual yang wawasannya sangat luas. Tapi juga seorang mistikus. Itulah sebabnya Denny sangat antusias menyambut kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia.
Kesederhanaan hidup Sri Romo dan tekadnya yang kuat, untuk "mencuci kaki penuh dosa manusia" agar tercipta perdamaian adalah kerja mistikus.
Tak banyak orang yang tahu, Denny adalah pecinta sufisme dan mistisisme. Tiap hari tertentu, Denny "uzlah" untuk berbicara dengan Tuhan. Mengadu dan berharap kepadaNYA agar semua ciptaan Tuhan hidup bahagia.
Budhy Munawar-Rachman -- dosen filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta yang waktu mahasiswa kos bareng sama Denny -- mengaku sering menyaksikan di tengah malam, anak Palembang itu "berbicara" dengan Tuhan.
Baca Juga: Akun Fufufafa Diduga Milik Gibran Rakabuming, Jadi Penyebab Retaknya Hubungan dengan Prabowo?
Denny dalam tafakurnya di malam sepi, tutur Budhy, tidak hanya berdoa, tapi juga berdialog banyak hal dengan Tuhan. Denny memang seorang mistikus, ujar Budhy.
Denny bercerita, saat usia 20-an tahun, pernah merasakan peristiwa mistis. Suatu ketika tubuhnya menggigil, Denny pun meracau, berbicara sendiri.
Tapi bukan sembarang meracau, apa yang keluar dari mulut Denny adalah puisi.
Salah seorang temannya, menuliskan apa yang dikatakan Denny dalam kondisi menggigil itu.
Baca Juga: Bambang Pacul Jadi Ketua Tim Pemenangan Andika Perkasa di Pilgub Jateng
Ternyata bait-bait puisi yang sangat indah dan ilahiah. Peristiwa semacam itu sering dialami oleh Denny.
Kembali ke laptop! Saat Denny mengapload foto merpati yang hinggap di pundaknya kala ia sedang menulis di hape, wartawan senior Dr. Satrio Arismunandar berkomentar, peristiwa itu merupakan tanda-tanda alam yang penting, apa yang akan terjadi pada Denny pasca 20 Oktober 2024.
Tanda-tanda apa Satrio? Indonesia akan lebih baik di era Prabowo? Atau sebaliknya lebih rusak?
Artikel Terkait
Opini: Menunggu Krisis Ekonomi
Opini: Satupena di Tangan Midas
Opini: Kemerdekaan Hukum di Indonesia
Opini: Baleg DPR Membegal Konstitusi
Opini: Faisal Basri, Korupsi Oligarki, dan Politik Dinasti (In Memoriam Faisal Basri)
Opini: Gratifikasi dalam Perspektif Fikih Islam