Ini memberikan sinyal, walaupun Republik Indonesia hanya bagian kecil dari RIS, namun sebenarnya Republik Indonesia-lah (dengan otoritas wilayah hanya di Yogyakarta) yang memainkan peran penting bagi kelangsungan Indonesia ke depan, sekaligus menjadi inspirasi dari pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: Israel Kecolongan atau Salah Perhitungan? Terungkap Rencana Hamas 'Tembok Jericho' Satu Tahun Lalu
Yogyakarta juga berperan penting dalam rangka sosialisasi pembentukan Republik Indonesia melalui dunia pendidikan.
Pada tahun 1946, atas partisipasi berbagai kalangan, terutama Sultan Hamengkubuwono IX di Yogyakarta, didirikanlah sebuah perguruan tinggi modern bernama Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sultan menyediakan Istana bagian depan sebagai tempat pertama aktivitas UGM. Universitas ini dinamakan Gajah Mada dengan harapan agar para mahasiswa menjadi pejuang yang akan mempersatukan Republik Indonesia sebagaimana dilakukan Gadjah Mada di zaman Majapahit.
Dalam bidang keuangan, Yogyakarta juga memberikan konstribusi penting. Sebagai informasi, sejak Juli 1947, karyawan Balai Agung (kantor Kota Praja Jakarta) sudah tidak mendapatkan gaji lagi, karena kesulitan ekonomi akibat blokade Belanda.
Baca Juga: Diplomat Israel Sebut PBB Antisemit, Buntut Iran Terpilih Jadi Ketua Forum Sosial: 100 Persen Bias!
Pada November 1947, atas bantuan Sultan Hamengkubuwono IX, Pemerintah Republik Indonesia Yogyakarta mengirimkan bantuan sekitar 300 ribu Gulden. Meskipun bantuan ini relatif tidak mencukupi dibandingkan dengan kebutuhan, namun kiriman itu sedikit banyak membuat Kota Praja Jakarta yang sangat pro-republik dapat bernafas.
Itulah Yogyakarta. Keistimewaannya bagi Indonesia adalah niscaya dan tidak terbantahkan.***
Artikel Terkait
Persiapan Mudik, Tarif Jakan Tol Jakarta - Yogyakarta Terbaru 2023
Yogyakarta Kembali Diguncang Gempa dengan Guncangam Kuat Gempa Magnitudo 6,4
Atap Taman Budaya Gunung Kidul Ambrol Akibat Gempa Magnitudo 6,4 Yogyakarta
Guru Besar dan Akademisi di Yogyakarta Deklarasikan Dukungan untuk Ganjar Pranowo di Pemilu 2024
Sebuah Cerita dari Saksi Mata, Kenangan 1 Oktober Penculikan Kolonel Katamso dan Letkol Sugiono di Yogyakarta