Cerita AM Hendropriyono tentang Tentara Indonesia Menyamar Pegawai Klub Malam untuk Melawan Inggris

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Senin, 2 Oktober 2023 | 15:00 WIB
AM Hendropriyono  (Dok. Kilat.com)
AM Hendropriyono (Dok. Kilat.com)

SENAYANPOST - Ketika Inggris membangun Federasi Malaysia, Indonesia bersikap tegas dengan menyatakan tidak setuju.

Pasalnya kala itu apa yang dilakukan Inggris dianggap oleh Indonesia, sebagai bentuk kolonialisme baru untuk mengepung Indonesia.

Dan ketika diambil jalan kompromi, untuk diadakan pemungutan suara oleh PBB, ternyata PBB nya didominasi oleh Inggris waktu itu.

Kemudian Indonesia mengumumkan Dwikora (Dwi Komando Rakyat), Rakyat dikomando Presiden Soekarno untuk melawan Inggris.

Baca Juga: Kesaksian AM Hendropriyono Sebelum Tragedi G30S PKI, Sempat Sambangi Rumah Letjen Ahmad Yani

Apalagi pada tahun 1961 hingga 1964 kekuatan militer Indonesia, menjadi yang terkuat di Asia Tenggara dan patut diperhitungkan secara global.

Sehingga Indonesia percaya diri ketika Indonesia menolak rencana Inggris, yang dianggap sebagai bentuk kolonial baru.

Nah salah satu cara Indonesia dalam menyerang Inggris di Malaya, adalah dengan cara operasi intelijen.

Menurut AM Hendropriyono, Mantan Kepala BIN menyebutkan tentara Indonesia mendirikan klub malam di Bangkok, Thailand.

Baca Juga: Fakta baru: PKI ternyata bagian Operasi CIA dan Inggris di Indonesia

Nama klub malam tersebut adalah Marcopolo, di situ tentara Indonesia pada bergabung sebagai pegawai dari night klub tersebut.

Kebetulan saat itu Marcopolo jadi tempat yang disukai, sehingga klub malam tersebut selalu penuh dikunjungi pengunjung. Karena bisa mendapatkan uang sendiri, sehingga tidak harus dikirimkan anggaran oleh pemerintah pusat, apalagi resikonya jika dikirim uang dari pemerintah pusat bisa terbongkar.

"Saya memang tidak terlibat di situ, tapi senior-senior saya dan komandan saya langsung terlibat di situ, saya kan setiap hari komumikasi sama senior-senior, kenapa saya tidak terlibat di situ karena saya masih jadi taruna," ungkap AM Hendropriyono.

Lebih lanjut AM Hendropriyono menjelaskan, seniornya adalah komandannya langsung, dia cerita tentang Marcopolo, lalu diperkuat dengan bukti dari membaca dan dengar-dengar dari yang lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X