Cerita AM Hendropriyono tentang Tentara Indonesia Menyamar Pegawai Klub Malam untuk Melawan Inggris

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Senin, 2 Oktober 2023 | 15:00 WIB
AM Hendropriyono  (Dok. Kilat.com)
AM Hendropriyono (Dok. Kilat.com)

Baca Juga: Lirik Lagu For Us, V BTS, Track Kelima di Album Layover dengan Bait Berbahasa Inggris Penuh

"Senior saya namanya Bantu Harjio, beliau termasuk pengurus di klub malam Marcopolo Bangkok," tambahnya.

Sementara itu, menurut AM Hendropriyono bos dari Marcopolo tersebut adalah Komodor Laut Oyok.

Kala itu rencananya dari Bangkok tentara Indonesia akan masuk ke Kuala Lumpur, untuk menggemboskan kekuatannya Inggris di Malaya.

"Kebetulan ketika itu Pak Bantu Harjio bersama tentara Para Komando diperintahkan untuk bergerak Belawan ke satu tempat kalau saya tidak salah Lumut namanya di Malaysia," bilang AM Hendropriyono.

Baca Juga: Setelah Bertemu dengan Ganjar Pranowo, AM Hendropriyono Ungkap Hal Ini

Sementara di Kalimantan Barat, sudah terbentuk kekuatan yakni Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU), yang bergabung dengan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS).

Hanya saja klub malam Marcopolo itu tiba-tiba diangkat oleh media massa di Thailand, sebagai pusat berkumpulnya orang-orang komunis dari Indonesia.

"Jadi intel-intel Thailand pada menyelidiki sehingga rencana kita gagal. Kegagalan operasi intelijen itu karena ada kebocoran informasi yang menyampaikan ke intelijen Thailand bahwa di klub malam Marcopolo merupakan tempat berkumpulnya orang-orang komunis dari Indonesia pada ngumpul," cerita AM Hendropriyono.

Lebih lanjut AM Hendropriyono meneruskan ceritanya, padahal rencana kita waktu itu, adalah menghadirkan band Koes Bersaudara untuk main di Marcopolo, kemudian masuk ke kuala lumpur untuk bikin konser band Koes Bersaudara di Kuala Lumpur.

Baca Juga: Wawancara Khusus AM Hendropriyono: Merenungkan Kopassus dan Ide Separatis Papua

Saat orang pada ngumpul, di situ kita mau serang. Tapi gagal karena ada penghianat.

"Itu band Koes Bersaudara main dan latihan sebelum berangkat ke Bangkok, di rumahnya Komodor Laut Oyok, nama samarannya Pak Obok, beliau kepala intelijen koti yang membuat proyek klub malam Marcopolo, dialah bos Marcopolo,"

"Band Koes Bersaudara ditangkap di Jakarta, jadi tidak bisa berangkat ke Thailand, ternyata ditangkap lho siapa yang nangkap? Rupanya yang nangkap itu tidak jelas, nah itulah penghianatan,"

"Tapi saya yakin jika Koes Bersaudara itu mengira ditangkap oleh pihak pemerintah. Bukan, yang menangkap itu dari pihak penghianat yang berada di dalam diri kita intelijen," pungkas AM Hendropriyono.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X