Celakanya, banyak oleh-oleh atau buah tangan tersebut, kalau di Mekah atau Madinah, made in China, Bangladesh, atau Egypt (Mesir).
Kalau dibuat di Indonesia, tentunya akan menambah 'kueh ekonomi' haji di dalam negeri karena made in Indonesia.
Dari perspektif ekonomi, masih banyak peluang Indonesia untuk memperoleh “efek cuan” dari haji dan umroh. Dalam hal ini, pinjam istilah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, H. Sandiaga Salahuddin Uno -hendaknya wisata religi yang potensinya sangat besar di Indonesia- bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi nasional. Salah satunya, adalah haji dan umroh.
Haji dan umroh, bukan sekadar ibadah penting bagi umat Islam, tapi juga potensi penting untuk membangun ekonomi umat.***