khazanah

Opini: Ekonomi Haji Pascapandemi dan Uang Jokowi

Rabu, 28 Juni 2023 | 21:59 WIB
Jutaan Jemaah Haji Melaksanakan Wukuf di Arafah

Baca Juga: Jika Perayaan Idul Adha Berbeda, Muhammadiyah Usulkan Libur Lebaran Haji Dua Hari

Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag), pemenuhan kebutuhan pangan jemaah haji mencapai lebih dari Rp 800 miliar per tahun.

Anggaran tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah, yang mencapai 11 juta boks dalam satu periode haji. Potensi keuntungan ekonomi itu akan berlipat jika memasukkan kebutuhan untuk para jemaah umrah di luar momen ibadah haji.

Berdasarkan data Kemenag, kebutuhan konsumsi untuk jemaah umrah Indonesia setiap tahunnya lebih dari Rp 2 triliun, sehingga jika diakumulasi dengan kebutuhan jemaah haji, permintaan pemenuhan kebutuhan pangan jemaah haji dan umroh mencapai Rp 3 triliun.

Potensi keuntungan ekonomi ibadah haji dan umrah akan semakin besar, seiring dengan visi KSA tahun 2030 yang akan menambah kuota jemaah haji, dan umrah untuk seluruh dunia menjadi 30 juta per tahun.

Baca Juga: Kapan Jadinya Libur Lebaran Haji? Begini Cara Pemerintah Tentukan Idul Adha

Jumlah ini meningkat 200 persen dibanding jumlah saat ini. Jika merujuk pada visi 2030 Kerajaan Arab Saudi itu, Indonesia juga berpeluang untuk meningkatkan jumlah jemaah haji dan umrahnya sebesar 200 persen.

Dengan penambahan itu, kebutuhan pangan untuk jemaah haji dan umrah saja pada tahun 2030 akan berlipat menjadi lebih dari Rp 6 triliun.

Itu merupakan peluang ekonomi luar biasa besar yang dapat dimanfaatkan para pelaku ekonomi di dalam negeri. Multiplier effectnya terhadap penyerapan tenaga kerja, pengembangan UMKM (usaha mikro kecil menengah), dan industri makanan dan minuman sangat besar.

Selama ini, dalam memanfaatkan ekonomi haji, Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan KSA. Harian Al-Yaum mencatat, potensi ekonomi haji yang diperoleh KSA tahun 2020 mencapai 47 milyar real (Rp 188 trilyun).

Baca Juga: Raffi Ahmad Batal Berangkat Haji, Ada Masalah Apa?

Pada tahun 2014, tercatat KSA meraup sekitar 98,8 trilyun dari sektor haji dan umroh. Jamaah haji dan umroh Indonesia, menyumbang 18 persen dari pendapatan sektor haji dan umroh KSA.

Berdasarkan catatan Al-Yaum, jamaah haji dan umroh, membelanjakan 63 persen uangnya di Saudi. Sedangkan 36 persennya di dalam negeri mereka.

Padahal, kalau mau -tentu dengan strategi ekonomi yang baik- prosentase pengeluaran biaya jamaah haji Indonesia di dalam negeri bisa ditingkatkan.

Di pasar Tanah Abang Jakarta dan Pasar Klewer Solo, misalnya, pasar “oleh-oleh” jamaah haji perlu diperluas. Pasar oleh-oleh ini penting karena umumnya jamaah haji Indonesia membelinya di Saudi Arabia.

Halaman:

Tags

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB