khazanah

Opini: Malaikat dari Kandang Jaran Itu Telah Pergi

Kamis, 4 April 2024 | 20:10 WIB
Syaefudin Simon

Kalau membaca buku itu, aku merasa jadi Agung Sedayu. Pria ganteng yang pinter silat dan punya kemampuan membelah diri menjadi tujuh Agung Sedayu.

Baca Juga: Malaysia Kehilangan Rp126 Miliar karena Jalan Tol Gratis untuk Mudik, Indonesia Berani Tidak?

Aku masuk UGM tahun 1978. Kalau lagi suntuk di Yogya aku main ke Pancaarga. Ke rumah kandang jaran. Masuknya dari jalan Pancaarga satu. Dari jalan raya Magelang, sekitar 2 Km.

Turun dari bus Yogya Magelang, aku biasanya jalan kaki ke kandang jaran tersebut. Sambil jalan, mataku sering larak lirik kesana kemari. Siapa tahu ada gadis cantik anak petinggi ABRI di kompleks elit Pancaarga. Andai bisa kenalan, amboi.

Tapi ternyata tak ada. Belakangan aku dengar gadis cantik di kompleks Pancaarga, hanya ada satu. Namanya Ani. Sebelum aku kenal, ia sudah jadi pacar taruna bernama Susilo Bambang Yudhoyono! Wes. Dasar tidak jodoh.

Aku sering ke rumah Yayu Kur di kandang jaran karena suka jeroan sapi dan lamur. Ya, Mang Udin, suami Yayu Kur, biasa membawa daging-daging sortiran dari rumah potong AKABRI. Kata Mang Udin -- usus sapi, paru, hati, lemak, dan babat boleh dibawa karyawan rumah potong.

Baca Juga: Ternyata Pemudik Punya Waktu Favorit, yang Bisa Bikin Jalanan Macet

Taruna AKABRI hanya boleh makan daging sapi berkualitas tinggi. Semua jeroan boleh dibawa karyawan. Kalau tersisa, dibuang. Wah hebat taruna. Sejak kuliah sudah dimanja dengan makanan enak. Pantes setelah jadi tentara senengnya jadi pejabat agar makannya enak.

Sebagai anak kampung, di Cirebon aku sangat suka olahan usus sapi, babat, paru, lamur, dan lemak. Itu makanan favoritku di kampung.

Makanya aku sering ke Pancaarga untuk menikmati makanan tersebut. Yayu Kur sangat pintar memasak jeroan sapi tersebut. Saat itu, aku belum tahu apa itu makanan berkolesterol tinggi. Yang penting enak.

Bagiku olahan lamur dan lemak sapi adalah makanan terenak. Kalau di Tasik ada warung bakso legendaris, namanya bakso Priangan. Bahan dasarnya lamur sapi. Bakso Priangan super laris.

Baca Juga: Guru Besar UGM Akui Keraton Majapahit Jakarta Miliki Nilai Akademis dan Filosofis

Dulu. Tapi kini sudah terdesak dengan warung bakso modern, yang bahannya daging berkualitas baik seperti menu taruna AKABRI.

Soal makanan di keluarga Yayu Kur cukuplah. Mang Udin sebagai pegawai negeri sipil di AKABRI dapat jatah beras. Lauk jeroan sapi tiap hari tersedia. Susu sapi sisa dari konsumsi taruna, juga kadang mampir di kandang jaran.

Walhasil "daging sapi" dan susu selalu tercukupi. Yang tidak tercukupi, uang! Ya uang dari gajian Mang Udin, sangat minim. Hanya pas-pasan, kalau tidak dikatakan kurang, untuk membiayai keluarga beranak tiga itu.

Halaman:

Tags

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB