Baca Juga: Makna Dibalik Warna Baru Honda Rebel yang Harganya Rp200 Jutaan
Ustaz Adi Hidayat yang sudah lama menempuh pendidikan di luar negeri memang merasa sedih saat tiba di Indonesia. Sebab, banyak ulama atau ustaz yang mematok tarif.
Ia mengaku tidak terbiasa dengan amplop karena di Timur Tengah tidak demikian.
"Di Timur Tengah agak beda ya, kalo Ustaz itu diperhatikan, Guru, Alim Ulama diperhatikan sama negara. Negara yang memperhatikan, dijamin oleh mereka. Di Malaysia saja, tukang adzan itu digaji, dijamin keadaannya. Karena itu, tidak sibuk mencari yang lainnya."
"Jadi, begitu datang, kemudian ini yang paling berbahaya, datang amplop sana-sini, begitu sudah melihat isi amplop, di situlah penyakit muncul dalam jiwa. Dan bahayanya, kalau seorang guru sudah, kemudian pasang tarif, melihat isi amplopnya, maka ilmunya hanya akan senilai dengan kadar amplopnya. Itu poinnya, dia begitu melihat aplop, senilai itu, selesai keilmuannya," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Dicap Anti-Islam Usai Larang Buka Puasa Bersama, Menag Yaqut Justru Bilang Begini
Malam Takbiran Idul Fitri Suami Istri Berhubungan Intim, Simak Hukumnya dalam Islam
Malam Lailatul Qadar Penting Bagi Umat Islam di Bulan Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya
Pembalap Beragama Islam Ini Terang-Terangan Ingin Balapan di MotoGP
Biar Tak Beda Tanggal, Muhammadiyah Ingin Kalender Islam Global Segera Terwujud