“Masyarakat yang sudah terlanjur termanjakan oleh segala rupa informasi yang tersedia secara cuma-cuma di jagat maya akan sulit didorong untuk berinvestasi demi menghidupi jurnalisme yang berkualitas.” hlm. 148.
Baca Juga: Purbaya dan Arah Baru Ekonomi Nasional
Membangun kemandirian media tidak hanya melalui skema periklanan yang cenderung dimonopoli oleh GFA, tapi juga harus berkembang dalam penyajian jurnalisme berkualitas. Bila bentuk PRMN hanya sebagai penyedia skema periklanan berkualitas, PRMN dan berbagai perkumpulan media lainnya tidak lebih dari agen-agen GFA untuk mensukseskan monopolinya di pasar bebas dunia digital.
“Meskipun terdengar klise, good journalism adalah faktor pembeda. Konsistensi dalam menjalankan good journalism semestinya merupakan garis pembatas antara media massa dengan media baru di mata khalayak.” hlm. 265.
Artikel Terkait
CEO Promedia Agus Sulistriyono Berharap Hari Pers Nasional Jadi Momen Penting Hargai Dedikasi dan Kerja Keras Para Jurnalis di Tanah Air
Presiden Prabowo kepada Pemred Media soal Miskinkan Koruptor: Pantas Kalau Negara Sita Aset, Harus Adil
Mediapreneur Talks Promedia 2025 Siap Digelar di Banten: Seminar Bisnis untuk Jurnalis hingga Pengusaha Media
Pertarungan Narasi Papua di Media Digital pada Pemilu 2019 dan 2024
Analis Komunikasi Politik: Prabowo Perlu Intens Bicara ke Media, Bukan Influencer, untuk Redakan Kegelisahan Publik
CEO Promedia Kritik Pencabutan ID Card Jurnalis Istana: Bisa Rusak Citra Presiden