Islam dan Musik: Teriakan Sukatani yang Gemparkan Rezim

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Rabu, 12 Maret 2025 | 22:10 WIB

Kasus ini bukan hanya tentang lagu atau band Sukatani. Ini adalah bukti nyata bahwa kebebasan berbicara masih menjadi ilusi di negeri yang mengklaim demokrasi ini. Pemecatan vokalis lagu Bayar Bayar Bayar adalah bentuk penghancuran kebebasan berbicara, penghinaan terhadap kejujuran, dan bukti bahwa negeri ini lebih suka kepalsuan daripada kenyataan. Jika rakyat diam, kita hanya sedang menunggu giliran untuk dibungkam berikutnya.

Reaksi Dit Siber Polda Jateng yang akhirnya menanggapi viralnya kasus Sukatani semakin menunjukkan bahwa kekuasaan di negeri ini bukan hanya alergi terhadap kritik, tetapi juga tidak siap menghadapi dampaknya. Apa yang bermula dari sebuah lagu kini telah menjadi simbol perlawanan.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X