Mush’ab Muqoddas, Lc
Pengamat Terorisme di Timur Tengah
Al Azhar bermula merupakan masjid yang didirikan oleh Dinasti Fatimiyah saat berkuasa di Mesir bertujuan untuk menyebarkan paham Syiah di Mesir. Takdir berkata lain. Al Azhar justru menyebarkan dan melestarikan paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah hingga saat ini.
Prof Abdul Maqshud Basya menjelaskan bahwa makna Al Azhar bukan berarti bunga seperti yang diketahui banyak orang karena dinisbatkan kepada Siti Fathimah Az Zahra RA. Guru Besar Sejarah Islam Universitas Al Azhar ini menjelaskan bahwa Al Azhar bermakna matahari yang sinarnya tidak hanya memberi dan menyebarkan akan tetapi memelihara dan mengayomi.
Jika Islam hanya disimbolkan sebagai lembaga politik kenegaraan yang menaungi seluruh dunia, maka Islam telah selesai dengan tumbangnya kekaisaran Turki Utsmani. Akan tetapi jika Islam dipahami sebagai agama dengan nilai dan ilmu maka sampai saat ini Islam masih ada hingga akhir zaman nanti.
Jika Umat Kristiani memiliki Vatikan sebagai simbol nilai dan ilmu kenasranian, maka Umat Islam memiliki Al Azhar yang merupakan pemelihara ilmu dan nilai-nilai Islam.
Al Azhar terdiri dari para ulama dan dalam konstitusi Mesir dimasukkan sebagai salah satu lembaga negara, bukan organisasi masyarakat atau sekedar yayasan. Sistem kelembaga-negaraan Mesir juga tidak bisa disamakan dengan Indonesia.