SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum lama ini mengatakan bahwa ia telah berhubungan dengan kepemimpinan Iran.
Trump mengatakan ia melanjutkan dialog ini guna meyakinkan Teheran untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.
Tidak hanya itu, pembicaraan tersebut berlanjut pada permintaan AS pada Iran untuk berhenti menggunakan kekuatan yang tidak proporsional terhadap para demonstran beberapa minggu lalu.
Sebagai mana diketahui, telah terjadi aksi demonstrasi di Iran yang dimulai pada akhir tahun 2025 dan berujung pada kerusuhan.
Baca Juga: Ketua Parlemen Iran: Teheran Terbuka untuk Dialog dengan AS, Jika 'Tulus'
Sebagaimana pantauan SenayanPost.com, saat ini demonstrasi di Iran telah mereda.
"Saya telah melakukannya, dan saya berencana untuk melakukannya," kata Donald Trump pada 30 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari TASS News Agency.
Hal itu disampaikan kepada wartawan menanggapi pertanyaan tentang apakah ia baru-baru ini berkomunikasi dengan Teheran dan apakah ia berniat untuk melanjutkan upaya diplomatik tersebut.
"Saya mengatakan kepada mereka dua hal: pertama, tidak ada nuklir. Dan kedua, hentikan pembunuhan para demonstran," ungkap Trump mengenai isi pembicaraan dengan kepemimpinan Iran.
Trump mengklaim pemerintah Iran telah membunuh ribuan orang dalam aksi demonstrasi tersebut.
Sementara pemerintah Iran mengatakan setidaknya tiga ribu orang tewas, di antaranya warga sipil dan aparat keamanan dalam aksi protes itu.
Baca Juga: Menlu AS Marco Rubio soal Pemerintah Iran Pasca Demonstrasi: Berubah atau Mundur
"Mereka membunuh mereka ribuan orang," kata pemimpin Amerika itu, merujuk pada para demonstran di Republik Islam.
"Kita memiliki banyak kapal yang sangat besar dan sangat kuat yang berlayar ke Iran saat ini. Dan akan sangat bagus jika kita tidak perlu menggunakannya," pungkasnya.