Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga mengatakan pada hari Selasa bahwa perang di Ukraina tidak akan berakhir sementara Barat menggunakan Ukraina sebagai wakil untuk menimbulkan kekalahan strategis di Moskow.
Baca Juga: Kemenko Polhukam Ungkap Temuan Baru Terkait Panji Gumilang, Mahfud MD: Lebih Fantastis Lagi Pokoknya
"Mengapa konfrontasi bersenjata di Ukraina tidak berakhir? Jawabannya sangat sederhana: Ini akan berlanjut sampai Barat menghentikan rencananya untuk mempertahankan dominasinya dan mengatasi keinginan obsesifnya untuk menimbulkan kekalahan strategis bagi Rusia di tangan boneka Kyiv,” kata Lavrov.
"Untuk saat ini, tidak ada tanda-tanda perubahan dalam posisi ini," tambahnya.
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov bergabung mengecam NATO, mengatakan bahwa blok militer Barat berencana untuk memusatkan pasukan di perbatasan Rusia, menurut sebuah laporan di TASS pada hari Rabu.***
Artikel Terkait
Vladimir Putin Tuding Tentara Bayaran Wagner 'Pengkhianat' di Tengah Perang Rusia Ukraina, Ada Apa?
25.000 Tentara Wagner Group Siap Mati, Belot Pasukan Vladimir Putin di Perang Rusia Ukraina
Bahas soal Perang Rusia Ukraina Bersama Jokowi, Prabowo Subianto Ungkap Beberapa Petunjuk dari Presiden
Presiden Erdogan Sebut Ukraina 'Layak' Jadi Anggota NATO: Tidak Ada Keraguan
500 Hari Lebih Perang Rusia Ukraina, PBB Catat 9.000 Warga Sipil Tewas, 500 di Antaranya Anak-anak