SENAYAN POST - Dmitry Medvedev yang merupakan orang terdekat Presiden Vladimir Putin menyebutkan bahwa bantuan senjata dari NATO ke Ukraina bisa memicu perang dunia.
Saat hari pertama KTT NATO di Lithuania berakhir, Medvedev mengatakan bahwa bantuan senjata dari aliansi pertahanan itu tidak akan menghalangi Rusia untuk mencapai tujuannya di Ukraina.
Di saat berlangsung KTT NATO tersebut, Menteri Luar Negeri Rusia mengeluarkan peringatan bahwa Moskow tidak akan mengakhiri perangnya di Ukraina meskipun negara itu terus-menerus diberi bantuan senjata.
Baca Juga: Rendy Kjaernett Tuntut Syahnaz Sadiqah Minta Maaf ke Lady Nayoan, yang Selingkuh Bukan Cuma Gue!
"Barat yang benar-benar gila tidak dapat menemukan hal lain. Nyatanya, ini jalan buntu. Perang Dunia Ketiga semakin dekat," tulis Medvedev dalam Telegram pribadinya sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.
Menurutnya, Barat tidak memiliki niat untuk segera mengakhiri perang yang sudah berlangsung lebih dari 500 hari ini.
"Apa artinya semua ini bagi kita? Semuanya jelas. Operasi militer khusus akan berlanjut dengan tujuan yang sama," lanjutnya.
Mantan Presiden Rusia baru-baru ini tampil sebagai elang Kremlin yang sangat anti-Barat.
Pada bulan Januari, dia mengancam bahwa kekalahan dalam perang konvensional di Ukraina dapat menyebabkan perang nuklir.
Para diplomat mengatakan pandangannya memberikan indikasi pemikiran di tingkat atas elit Kremlin.
Baca Juga: King the Land: Dirumorkan Pacaran, Ternyata Lee Junho 2PM Suka Hal Ini dari Yoona SNSD
Menurut kantor berita TASS, Medvedev juga mengatakan bahwa tujuan Moskow untuk mencegah 'kelompok neo-Nazi' di Kyiv untuk bergabung dengan NATO sekarang 'tidak mungkin' dan menghapus pemerintah Ukraina diperlukan.
"Kami bersikeras sejak awal, tetapi itu tidak mungkin, dan oleh karena itu, grup ini harus dihilangkan. Ini mungkin dan perlu," kata Medvedev kepada kantor berita TASS.
Artikel Terkait
Vladimir Putin Tuding Tentara Bayaran Wagner 'Pengkhianat' di Tengah Perang Rusia Ukraina, Ada Apa?
25.000 Tentara Wagner Group Siap Mati, Belot Pasukan Vladimir Putin di Perang Rusia Ukraina
Bahas soal Perang Rusia Ukraina Bersama Jokowi, Prabowo Subianto Ungkap Beberapa Petunjuk dari Presiden
Presiden Erdogan Sebut Ukraina 'Layak' Jadi Anggota NATO: Tidak Ada Keraguan
500 Hari Lebih Perang Rusia Ukraina, PBB Catat 9.000 Warga Sipil Tewas, 500 di Antaranya Anak-anak