Dmitry Medvedev Sebut Bantuan Senjata NATO ke Ukraina Bisa Picu Perang Dunia

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Rabu, 12 Juli 2023 | 17:20 WIB
Ilustrasi, Dmitry Medvedev orang terdekat Putin menyebutkan bantuan senjata NATO ke Ukraina bisa picu perang dunia belum lama ini. (Pixabay.com)
Ilustrasi, Dmitry Medvedev orang terdekat Putin menyebutkan bantuan senjata NATO ke Ukraina bisa picu perang dunia belum lama ini. (Pixabay.com)

SENAYAN POST - Dmitry Medvedev yang merupakan orang terdekat Presiden Vladimir Putin menyebutkan bahwa bantuan senjata dari NATO ke Ukraina bisa memicu perang dunia.

Saat hari pertama KTT NATO di Lithuania berakhir, Medvedev mengatakan bahwa bantuan senjata dari aliansi pertahanan itu tidak akan menghalangi Rusia untuk mencapai tujuannya di Ukraina.

Di saat berlangsung KTT NATO tersebut, Menteri Luar Negeri Rusia mengeluarkan peringatan bahwa Moskow tidak akan mengakhiri perangnya di Ukraina meskipun negara itu terus-menerus diberi bantuan senjata.

Baca Juga: Rendy Kjaernett Tuntut Syahnaz Sadiqah Minta Maaf ke Lady Nayoan, yang Selingkuh Bukan Cuma Gue!

"Barat yang benar-benar gila tidak dapat menemukan hal lain. Nyatanya, ini jalan buntu. Perang Dunia Ketiga semakin dekat," tulis Medvedev dalam Telegram pribadinya sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

Menurutnya, Barat tidak memiliki niat untuk segera mengakhiri perang yang sudah berlangsung lebih dari 500 hari ini.

"Apa artinya semua ini bagi kita? Semuanya jelas. Operasi militer khusus akan berlanjut dengan tujuan yang sama," lanjutnya.

Baca Juga: 7 Misteri Terbesar yang Belum Terjawab di Insidious: The Red Door, Salah Satunya Asal-usul Pintu Merah

Mantan Presiden Rusia baru-baru ini tampil sebagai elang Kremlin yang sangat anti-Barat.

Pada bulan Januari, dia mengancam bahwa kekalahan dalam perang konvensional di Ukraina dapat menyebabkan perang nuklir.

Para diplomat mengatakan pandangannya memberikan indikasi pemikiran di tingkat atas elit Kremlin.

Baca Juga: King the Land: Dirumorkan Pacaran, Ternyata Lee Junho 2PM Suka Hal Ini dari Yoona SNSD

Menurut kantor berita TASS, Medvedev juga mengatakan bahwa tujuan Moskow untuk mencegah 'kelompok neo-Nazi' di Kyiv untuk bergabung dengan NATO sekarang 'tidak mungkin' dan menghapus pemerintah Ukraina diperlukan.

"Kami bersikeras sejak awal, tetapi itu tidak mungkin, dan oleh karena itu, grup ini harus dihilangkan. Ini mungkin dan perlu," kata Medvedev kepada kantor berita TASS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X