Ia menegaskan negaranya tidak akan tunduk terhadap tekanan musuh.
Presiden Iran itu juga menyoroti pentingnya menciptakan kondisi yang memungkinkan investasi kembali masuk ke negaranya.
Baca Juga: Cultural Counsellor Kedutaan Besar Iran dan Penulis Syiah Saudara Sekiblat Gaungkan Ukhuwah Islamiah
Menurut dia, perang maupun situasi berkepanjangan tanpa kepastian akan membuat investor enggan menanamkan modal.
"Modal dan uang adalah entitas non-manusia yang paling peka, yang akan lari menjauhi bahaya apa pun," katanya.
Di sisi lain, Pezeshkian memuji rakyat Iran yang tetap memberikan dukungan kepada negara meskipun menghadapi berbagai persoalan dan memiliki keluhan terhadap pemerintah.
Ia mengatakan masyarakat Iran dapat bersatu ketika kepentingan dan masa depan negara menghadapi ancaman.
Baca Juga: Iran dan Oman Klaim Kemajuan Positif dalam Pembahasan Pengaturan Pelayaran Selat Hormuz
"Ketika nasib tanah air dipertaruhkan, kita semua bekerja sama dan bersatu suara demi Iran," ujarnya.
MoU Islamabad ditandatangani pada 18 Juni 2026 dan disebut mengakhiri konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026.***
Artikel Terkait
Menlu Iran Abbas Araghchi Bantah Negosiasi Jadi Penyebab Perang: AS-Israel Gunakan Jalur Militer Setelah Gagal di Meja Perundingan
Iran dan Oman Klaim Kemajuan Positif dalam Pembahasan Pengaturan Pelayaran Selat Hormuz
Cultural Counsellor Kedutaan Besar Iran dan Penulis Syiah Saudara Sekiblat Gaungkan Ukhuwah Islamiah
Menlu Iran Kecam Ancaman Ekonomi AS: Kebijakan Gagal Hanya Picu Kekalahan
Amerika Serikat Siapkan 'Sanksi Terberat dalam Sejarah' terhadap Iran, Begini Tanggapan Tiongkok