SENAYANPOST - Sebanyak 112 anggota dari satu klan Palestina dimakamkan pada Selasa setelah jenazah mereka ditemukan di bawah reruntuhan bangunan di kawasan Sabra, Jalur Gaza, hampir tiga tahun setelah serangan udara Israel yang terjadi pada November 2023.
Pemakaman massal tersebut berlangsung setelah proses pencarian dan evakuasi berhasil menemukan jasad para korban yang selama ini tertimbun reruntuhan.
Salah seorang penyintas, Mahmoud al-Hassaina, mengaku kehilangan hampir seluruh keluarganya dalam serangan tersebut.
"Saya tidak tahu harus berkata apa kepada dunia ini," ujar Mahmoud al-Hassaina pada 5 Agustus 2026, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Baca Juga: Brad Lander Politikus Yahudi Pro Palestina Menang Pemilihan Pendahuluan Kota New York
Menurut keterangan yang beredar, putra, cucu, menantu perempuan, saudara laki-laki dan perempuan Mahmoud, serta banyak anggota keluarga besarnya, tewas dalam serangan udara yang menghantam lingkungan Sabra.
Serangan itu disebut memusnahkan beberapa generasi keluarganya sekaligus.
Serangan di kawasan Sabra disebut sebagai salah satu insiden dengan jumlah korban jiwa terbesar selama konflik yang berlangsung di Gaza.
Pesawat tempur Israel dilaporkan menghancurkan satu blok permukiman yang menjadi tempat tinggal sekaligus lokasi berlindung ratusan anggota keluarga Abu Syari'ah dan al-Hassaina.
Hingga kini, proses identifikasi korban dan pencarian jenazah di sejumlah lokasi di Gaza masih terus berlangsung di tengah kerusakan infrastruktur yang luas akibat konflik.
Pihak Israel belum memberikan tanggapan terkait klaim yang menyebut serangan tersebut menewaskan 112 anggota dari satu keluarga besar.
Sementara itu, berbagai organisasi kemanusiaan internasional terus menyerukan perlindungan terhadap warga sipil serta akses kemanusiaan yang lebih luas bagi penduduk Gaza.***
Artikel Terkait
Dewan Perdamaian Gaza Jadi Tandingan PBB? Begini Komentar Marty Natalegawa
Langkah Krusial, Hamas Gelar Pertemuan Rahasia dengan Dewan Perdamaian Trump Bahas Masa Depan Gaza
Global Sumud Flotilla Berlayar untuk Tembus Blokade Gaza, Mulai Berlayar dari Spanyol
UEA Gelontorkan Rp1,7 Triliun untuk Latih Polisi Gaza, Bagian dari Rencana Perdamaian Dukungan AS
Netanyahu Sebut Perintahkan IDF untuk Kuasai 70 Persen Jalur Gaza, Langgar Ketentuan Gencatan Senjata