Warga Palestina Makamkan 112 Anggota Satu Keluarga Hampir Tiga Tahun Setelah Serangan Udara Israel di Sabra

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:03 WIB
Setidaknya 112 anggota keluarga di Palestina dimakamkan tiga tahun setelah agresi militer Israel di Jalur Gaza. (X.com/@Alhamdhulillaah)
Setidaknya 112 anggota keluarga di Palestina dimakamkan tiga tahun setelah agresi militer Israel di Jalur Gaza. (X.com/@Alhamdhulillaah)

SENAYANPOST - Sebanyak 112 anggota dari satu klan Palestina dimakamkan pada Selasa setelah jenazah mereka ditemukan di bawah reruntuhan bangunan di kawasan Sabra, Jalur Gaza, hampir tiga tahun setelah serangan udara Israel yang terjadi pada November 2023.

Pemakaman massal tersebut berlangsung setelah proses pencarian dan evakuasi berhasil menemukan jasad para korban yang selama ini tertimbun reruntuhan.

Salah seorang penyintas, Mahmoud al-Hassaina, mengaku kehilangan hampir seluruh keluarganya dalam serangan tersebut.

"Saya tidak tahu harus berkata apa kepada dunia ini," ujar Mahmoud al-Hassaina pada 5 Agustus 2026, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Baca Juga: Brad Lander Politikus Yahudi Pro Palestina Menang Pemilihan Pendahuluan Kota New York

Menurut keterangan yang beredar, putra, cucu, menantu perempuan, saudara laki-laki dan perempuan Mahmoud, serta banyak anggota keluarga besarnya, tewas dalam serangan udara yang menghantam lingkungan Sabra.

Serangan itu disebut memusnahkan beberapa generasi keluarganya sekaligus.

Serangan di kawasan Sabra disebut sebagai salah satu insiden dengan jumlah korban jiwa terbesar selama konflik yang berlangsung di Gaza.

Pesawat tempur Israel dilaporkan menghancurkan satu blok permukiman yang menjadi tempat tinggal sekaligus lokasi berlindung ratusan anggota keluarga Abu Syari'ah dan al-Hassaina.

Baca Juga: Netanyahu Abaikan Donald Trump, Israel Serang Situs Militer dan Bahan Bakar Iran, Ansarullah Yaman Kirim Rudal ke Wilayah Palestina Diduduki

Hingga kini, proses identifikasi korban dan pencarian jenazah di sejumlah lokasi di Gaza masih terus berlangsung di tengah kerusakan infrastruktur yang luas akibat konflik.

Pihak Israel belum memberikan tanggapan terkait klaim yang menyebut serangan tersebut menewaskan 112 anggota dari satu keluarga besar.

Sementara itu, berbagai organisasi kemanusiaan internasional terus menyerukan perlindungan terhadap warga sipil serta akses kemanusiaan yang lebih luas bagi penduduk Gaza.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X