Ancaman Krisis Energi, ASEAN Minta AS dan Iran Segera Hentikan Perang

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 8 Mei 2026 | 20:19 WIB
Para pemimpin Asia Tenggara desak AS dan Iran untuk segera menghentikan perang dikala ancaman krisis energi membayangi. (asean.org)
Para pemimpin Asia Tenggara desak AS dan Iran untuk segera menghentikan perang dikala ancaman krisis energi membayangi. (asean.org)

SENAYANPOST - Para pemimpin Asia Tenggara menyerukan desakan tegas pada Jumat lalu kepada Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk segera mengakhiri permusuhan aktif, seraya memperingatkan bahwa kawasan ini masih terjebak dalam kebuntuan yang berbahaya tanpa kejelasan jalan keluar.

Usai memimpin KTT ASEAN ke-48 di Provinsi Cebu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menegaskan bahwa semua pihak yang bertikai harus segera menghentikan permusuhan dan memulihkan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz — jalur vital bagi perdagangan energi global.

Sebagaimana diketahui, krisis energi membayangi dunia internasional setelah perang AS dan Iran meletus sejak akhir Februari lalu dengan terhambatnya jalur Selat Hormuz.

"Kita kini berada dalam situasi yang terkatung-katung soal berapa lama ini akan berlangsung," ujar Marcos kepada para wartawan pada 8 Mei 2026, dikutip SenayanPost.com dari Anadolu Agency.

"Kita tidak tahu kapan bentrokan berikutnya akan terjadi," tambahnya.

Baca Juga: Amerika Serikat Kirim 6.500 Ton Senjata ke Israel, Persiapan Serangan Pukulan Terakhir ke Iran

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini pecah pada 28 Februari lalu, menewaskan lebih dari 3.300 jiwa di Iran dan memaksa ribuan orang mengungsi.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada 8 April telah diperpanjang oleh pihak AS, namun ketahanannya masih diragukan.

Marcos menyoroti ketidakjelasan seputar gencatan senjata tersebut, termasuk apakah aktor-aktor kunci seperti Israel dan Hezbollah benar-benar terikat oleh kesepakatannya.

"Apakah gencatan senjata masih berlaku? Apakah tidak? Apakah Israel termasuk? Apakah Hezbollah termasuk? Ini situasi yang sangat sulit," katanya.

Baca Juga: Donald Trump Ibaratkan Operasi Penyitaan Kapal Iran oleh Militer AS seperti Tindakan 'Bajak Laut'

Marcos juga berbicara terus terang soal keterbatasan diplomasi dalam kondisi saat ini, memperingatkan bahwa tidak ada solusi yang bisa dihasilkan selama senjata masih berbicara.

"Selama pertempuran belum berakhir, selama pengeboman belum berhenti, sangat sulit untuk menyusun solusi apa pun," ujarnya, seraya menyebut perdamaian sebagai fondasi utama yang tidak bisa ditawar untuk penyelesaian yang lebih luas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Anadolu Agency

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X