SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan serangan militer terhadap Iran dapat kembali dilakukan apabila Teheran gagal mencapai kesepakatan nuklir final dengan Washington.
Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump mengatakan pemerintahannya masih menginginkan penyelesaian diplomatik, namun opsi militer tetap terbuka jika negosiasi tidak membuahkan hasil.
Menurut Trump, kegagalan mencapai kesepakatan dapat mendorong Amerika Serikat untuk kembali mengambil tindakan tegas terhadap Iran.
Ia juga menyinggung kemungkinan peran AS sebagai 'penjaga Timur Tengah' dengan imbalan bagian dari pendapatan kawasan.
Baca Juga: Iran Umumkan Jadwal Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad
Klaim Kesepakatan Akan Jamin Selat Hormuz Tetap Terbuka
Trump menyebut kesepakatan yang tengah dirundingkan dengan Iran pada akhirnya akan memberikan kepastian terhadap keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
"Selat Hormuz akan bebas biaya tol selamanya," kata Trump dalam wawancara tersebut pada 15 Juni 2026, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia yang menjadi rute utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk.
Kritik Netanyahu
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga melontarkan kritik terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ia menggambarkan Netanyahu sebagai sosok yang sulit diajak bekerja sama dan menilai Israel seharusnya mengapresiasi upaya yang dilakukan Amerika Serikat dalam menangani isu nuklir Iran.
Artikel Terkait
Netanyahu Abaikan Donald Trump, Israel Serang Situs Militer dan Bahan Bakar Iran, Ansarullah Yaman Kirim Rudal ke Wilayah Palestina Diduduki
AS Serang Situs Pertahanan Iran di Dekat Selat Hormuz, Teheran Klaim Balas Targetkan Pangkalan Militer Amerika
Laporan: Meski Saling Serang, AS dan Iran Disebut Terus Dekati Kesepakatan Nuklir
Pengamat: Kesepakatan Iran dan AS Tunjukkan Kemajuan, Perjanjian Komprehensif Masih Belum Pasti
Iran Umumkan Jadwal Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad