Donald Trump Ibaratkan Operasi Penyitaan Kapal Iran oleh Militer AS seperti Tindakan 'Bajak Laut'

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 12:26 WIB
Trump dalam acara makan malam Forum Club of the Palm Beaches di Florida. (x.com/Acyn)
Trump dalam acara makan malam Forum Club of the Palm Beaches di Florida. (x.com/Acyn)

SENAYANPOST – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial dengan mengibaratkan pasukannya bertindak seperti bajak laut saat melakukan penyitaan terhadap kapal-kapal tanker milik Iran. Pernyataan ini muncul di tengah merosotnya popularitas Trump ke level terendah dan melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Dalam laporan yang diterbitkan oleh Russian Today pada Sabtu, (2/5/26), Trump mengungkapkan hal tersebut saat berbicara dalam acara makan malam Forum Club of the Palm Beaches di Florida pada hari Jumat. Di hadapan para hadirin, Trump membanggakan keberhasilan militer Amerika Serikat dalam menangkap kapal kargo dan tanker yang mencoba menembus blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Secara khusus, Trump menceritakan kembali insiden yang melibatkan kapal kargo berbendera Iran bernama Touska. Pada 19 April lalu, sebuah kapal perusak Amerika Serikat melepaskan tembakan ke arah kapal tersebut di dekat Selat Hormuz sebelum akhirnya pasukan Marinir Amerika Serikat naik dan menguasai kapal tersebut.

“Kami mengambil alih kapal itu. Kami mengambil alih muatannya, mengambil alih minyaknya. Ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan. Siapa yang menyangka kita melakukan itu? Kita seperti bajak laut. Kita semacam bajak laut,” ujar Trump disambut dengan gelak tawa dari para hadirin.

Baca Juga: 22 Tahun Diperjuangkan, Buruh Apresiasi UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disahkan di Era Prabowo

Konflik yang berkepanjangan ini telah memicu krisis energi. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak hingga melewati 120 dolar per barel pada pekan ini, yang merupakan level tertinggi sejak tahun 2022. Selain itu, kondisi ini berdampak buruk pada posisi politik Trump di dalam negeri. Berdasarkan jajak pendapat dari Reuters/Ipsos, tingkat kepuasan publik terhadap Trump merosot tajam hingga ke angka 34 persen, sebuah rekor terendah dalam masa kepemimpinannya.

Pemerintah Iran mengecam keras aksi penyitaan kapal tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan ilegal. Seorang sumber pemerintah Iran menyampaikan kepada jurnalis TV bahwa aksi yang mereka sebut sebagai "perompakan dan penyamunan" oleh Amerika Serikat akan mendapatkan respons yang "belum pernah terjadi sebelumnya".

Meskipun situasi semakin memanas, Trump menyatakan bahwa dirinya "tidak puas" dengan proposal perdamaian terbaru yang diajukan oleh pihak Iran. Sebaliknya, ia justru memuji efektivitas blokade militer yang dilakukan pasukannya dan menyebut langkah tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda ketegangan di wilayah perairan tersebut akan mereda. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Sumber: RT.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X