Analis Keamanan: Iran dan AS Bersiap untuk Negosiasi atau Eskalasi Perang

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 16 April 2026 | 20:33 WIB
Analis Keamanan Danny Citrinowicz memprediksi soal negosiasi atau eskalasi perang antara AS dan Iran belum lama ini. (Dok. Quds News Network)
Analis Keamanan Danny Citrinowicz memprediksi soal negosiasi atau eskalasi perang antara AS dan Iran belum lama ini. (Dok. Quds News Network)

SENAYANPOST - Analis keamanan, Danny Citrinowicz menyebut bahwa proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran saat ini berjalan paralel dengan persiapan terhadap kemungkinan kegagalan diplomasi, yang berpotensi membuka eskalasi konflik lebih luas di kawasan.

Menurut analis Citrinowicz, tidak ada keraguan bahwa semua pihak kini tidak hanya mempersiapkan kerangka kesepakatan diplomatik, tetapi juga skenario runtuhnya proses negosiasi menjadi eskalasi perang.

"Tidak ada keraguan bahwa di samping persiapan untuk negosiasi dan kemungkinan kerangka kesepakatan, semua pihak juga mempersiapkan skenario kegagalan jalur diplomatik," ujarnya pada 16 April 2026, dikutip SenayanPost.com dari X @citrinowicz.

Ia menilai Amerika Serikat tengah memperkuat konsentrasi militernya di kawasan, sementara Iran melakukan langkah serupa dengan pendekatan berbeda, termasuk penguatan infrastruktur bawah tanah dan kesiapan sistem rudal.

Baca Juga: Iran Tolak Tuduhan Program Senjata Nuklir, Sebut sebagai 'Kebohongan Besar'

"Iran sedang membuka kembali dan memperkuat jaringan terowongan bawah tanah, mengaktifkan kembali 'kota-kota rudal', serta mempertahankan stok besar rudal dan peluncur yang disimpan di area pegunungan," katanya.

Menurutnya, sistem persenjataan tersebut sebagian tidak dihancurkan, melainkan disembunyikan dan dilindungi di lokasi yang sulit dijangkau.

Citrinowicz memperingatkan bahwa jika negosiasi gagal, eskalasi yang terjadi kemungkinan akan berlangsung cepat dan sangat intens, dengan potensi dampak yang meluas.

"Jika negosiasi gagal, eskalasi kemungkinan akan sangat cepat dan sangat keras. Skala kerusakan bisa melampaui apa pun yang pernah kita lihat sejauh ini," ujarnya.

Baca Juga: Beda dengan Donald Trump, Israel Penjajah Masih Ingin Perubahan Rezim di Iran

Ia menambahkan bahwa meskipun Iran kemungkinan akan mengalami kerusakan signifikan, kapasitas balasan negara tersebut tidak boleh diremehkan.

Dampaknya, menurut dia, dapat meluas ke negara-negara Teluk serta pasar energi global.

Hal ini, kata dia, membawa kembali pertanyaan mendasar mengenai tujuan strategis dari sebuah perang.

"Tidak ada yang namanya pukulan cepat dan menentukan dalam konteks ini," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: X @citrinowicz

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X