"Kami memberikan intelijen yang tepat kepada Angkatan Udara, dan kami menghancurkan rudal yang mengancam Israel," katanya.
Israel dan AS meluncurkan kampanye mereka melawan Iran pada 28 Februari untuk melemahkan kemampuan militer rezim Iran, menjauhkan ancaman yang ditimbulkan oleh Iran — termasuk program nuklir dan rudal balistiknya — dan 'menciptakan kondisi' bagi rakyat Iran untuk menggulingkan rezim tersebut, demikian kata militer dan para pemimpin Israel lainnya.
Baca Juga: Militer Amerika Serikat Nyatakan Selat Hormuz Tertutup Total bagi Perdagangan Iran
Meskipun rezim Republik Islam secara keseluruhan belum runtuh, Trump berulang kali mencoba membingkai pembunuhan Khamenei dan puluhan pejabat tinggi lainnya dalam serangan udara oleh AS dan Israel sebagai akibat dari runtuhnya rezim secara keseluruhan.
Perkembangan ini terjadi setelah runtuhnya negosiasi akhir pekan antara Iran dan AS, yang mendorong Washington untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.***
Artikel Terkait
Iman atas Demokrasi Masih Tinggi, Publik Indonesia Tidak Melegitimasi Serangan AS-Israel atas Iran
Mampu Bedakan Yahudi dengan Zionisme, Publik Indonesia Tolak Serangan AS-Israel atas Iran
Akan Pengaruhi Tingkat Elektoral, Sikap Pemerintah Indonesia Harus Tegas Terkait Serangan AS-Israel atas Iran
Markas Besar Khatam Al Anbiya Sebut Pesawat Tempur AS Jatuh di Iran, Perusahaan Industri Israel Penjajah Hancur
Bedakan Yahudi dan Zionisme, Dubes Iran Ungkap Penargetan Sayyid Ali Khamenei di Hari Pertama Serangan Amerika-Israel atas Iran