Beda dengan Donald Trump, Israel Penjajah Masih Ingin Perubahan Rezim di Iran

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 15 April 2026 | 21:03 WIB
Israel penjajah bersikukuh ingin lanjutkan operasi militer di Iran sampai terjadi perubahan rezim, berbeda dengan Presiden AS Donald Trump. (X.com/@ariel_oseran)
Israel penjajah bersikukuh ingin lanjutkan operasi militer di Iran sampai terjadi perubahan rezim, berbeda dengan Presiden AS Donald Trump. (X.com/@ariel_oseran)

"Kami memberikan intelijen yang tepat kepada Angkatan Udara, dan kami menghancurkan rudal yang mengancam Israel," katanya.

Israel dan AS meluncurkan kampanye mereka melawan Iran pada 28 Februari untuk melemahkan kemampuan militer rezim Iran, menjauhkan ancaman yang ditimbulkan oleh Iran — termasuk program nuklir dan rudal balistiknya — dan 'menciptakan kondisi' bagi rakyat Iran untuk menggulingkan rezim tersebut, demikian kata militer dan para pemimpin Israel lainnya.

Baca Juga: Militer Amerika Serikat Nyatakan Selat Hormuz Tertutup Total bagi Perdagangan Iran

Meskipun rezim Republik Islam secara keseluruhan belum runtuh, Trump berulang kali mencoba membingkai pembunuhan Khamenei dan puluhan pejabat tinggi lainnya dalam serangan udara oleh AS dan Israel sebagai akibat dari runtuhnya rezim secara keseluruhan.

Perkembangan ini terjadi setelah runtuhnya negosiasi akhir pekan antara Iran dan AS, yang mendorong Washington untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X