Markas Besar Khatam Al Anbiya Sebut Pesawat Tempur AS Jatuh di Iran, Perusahaan Industri Israel Penjajah Hancur

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 4 April 2026 | 20:02 WIB
Markas Khatam Al Anbiya melaporkan pesawat tempur AS jatuh dan pihaknya menargetkan industri militer Israel. (Telegram.com/sepahcybery)
Markas Khatam Al Anbiya melaporkan pesawat tempur AS jatuh dan pihaknya menargetkan industri militer Israel. (Telegram.com/sepahcybery)

SENAYANPOST - Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya Iran mengkonfirmasi belum lama ini bahwa pertahanan udara Iran menembak jatuh pesawat tempur AS di Iran tengah.

Khatam Al Anbiya melaporkan bahwa pesawat tempur tersebut hancur sementara operasi pencarian pilot masih berlangsung.

Markas besar tersebut juga melaporkan penghancuran area pementasan yang digunakan oleh unit militer dan kontraktor industri pertahanan yang mendukung tentara Israel di Tel Aviv barat dan di pelabuhan Eilat.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melakukan serangan skala besar yang melibatkan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone yang menargetkan posisi AS dan Israel di selatan Teluk.

Baca Juga: Donald Trump Sebut Tak Perlu Kesepakatan untuk Akhiri Perang, Sebut Iran Tidak Akan Bisa Dapatkan Senjata Nuklir

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English pada 3 April 2026, Iran juga terlibat dalam penghancuran sistem radar AS dan aset angkatan laut di seluruh wilayah dan di wilayah Palestina yang diduduki melalui serangan rudal dan drone terkoordinasi.

Iran dan Hizbullah Hantam Israel dalam Operasi Janji Sejati 4, Gelombang ke-93

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan hari ini bahwa mereka telah menargetkan pusat-pusat pengumpulan dan dukungan militer Israel di Al Jalil Barat, Haifa, Kafr Kanna, dan wilayah Krayot, dalam gelombang ke-93 Operasi Janji Sejati 4.

IRGC menyatakan bahwa gelombang serangan rudal terbaru ini dilakukan bersama dengan Perlawanan Islam dan melibatkan kombinasi rudal jarak jauh berpemandu dengan bahan bakar padat dan cair, serta drone serang satu arah.

Baca Juga: 3 Prajurit TNI Gugur Laksanakan Tugas di UNIFIL, Indonesia di PBB: Kami Tuntut Investigasi, Bukan Alasan dari Israel!

Operasi ini, yang terus berlanjut menurut IRGC, didedikasikan untuk mengenang almarhum Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah dan pendiri Hamas Sheikh Ahmad Yassin.

Menurut IRGC, informasi dan penilaian lebih lanjut tentang hasilnya akan dibagikan kepada publik pada waktunya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X