Sementara itu, Mayor Zulmi Aditya Iskandar (33) dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan (26) gugur pada Senin (30/3) akibat ledakan di pinggir jalan yang menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan.
Insiden tersebut juga menyebabkan satu personel mengalami luka berat dan satu lainnya luka ringan.
Seluruh insiden tersebut saat ini masih dalam proses investigasi.
Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Mendalam
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut mengecam serangan yang menewaskan ketiga pasukan perdamaian tersebut.
Ia mendesak semua pihak untuk mematuhi hukum internasional serta menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB.
Dewan Keamanan PBB juga menyampaikan kecaman serta belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Indonesia, sekaligus menegaskan dukungan penuh terhadap UNIFIL.
DK PBB juga mendesak semua pihak untuk menghormati keselamatan personel dan fasilitas UNIFIL serta menjamin kebebasan pergerakan misi perdamaian tersebut.***
Artikel Terkait
Kesaksian Dua Prajurit UNIFIL yang Jadi Korban Serangan Tank Merkava Israel di Lebanon
Kedubes Iran Sampaikan Duka atas Gugurnya Pasukan Perdamaian Indonesia, Kecam Serangan terhadap UNIFIL
Serangan Artileri Israel Penjajah Hantam Kontingen UNIFIL, 1 Prajurit TNI Gugur
Praka Farizal Rhomadhon Gugur di Lebanon, TNI Tunggu Hasil Investigasi UNIFIL
3 Prajurit TNI Gugur Laksanakan Tugas di UNIFIL, Indonesia di PBB: Kami Tuntut Investigasi, Bukan Alasan dari Israel!