Para pengamat menilai perubahan sikap Merz ini dipicu oleh besarnya risiko ekonomi yang menghantui Jerman. Sektor industri Jerman sangat bergantung pada energi, sehingga lonjakan harga minyak akibat perang yang berkepanjangan bisa melumpuhkan ekonomi mereka. Selain itu, Jerman khawatir akan terjadinya gelombang pengungsi baru dari Iran jika perang terus meluas.
Pernyataan Merz ini muncul sebagai respons atas desakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta anggota NATO di Eropa untuk ikut berpatroli mengamankan jalur pasokan energi mereka sendiri.
Namun, Jerman beserta negara-negara besar lainnya seperti Prancis dan Jepang telah menyatakan penolakan mereka untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz, lebih memilih untuk menghindari eskalasi perang yang lebih luas. *
Artikel Terkait
Pasokan Minyak Terhenti Pasca Penangkapan Maduro, Kuba Alami Pemadaman Listrik Total
Enggan Berkonfrontasi, Negara Tetangga Iran Pilih Jalur Diplomasi Ketimbang Koalisi Anti-Teheran
Keanggotaan BOP, Bela Palestina, dan Spirit Fathu Makkah Nabi Muhammad SAW
Di Tengah Kelumpuhan Listrik Nasional Kuba, Trump Klaim Punya Hak Bebaskan atau Kuasai Havana
Josep Borrell: Uni Eropa Kehilangan Kredibilitas Dunia Akibat Terlalu Tunduk pada Amerika Serikat