Ia meminta agar jalur diplomasi diintensifkan, termasuk melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), guna mencegah konflik meluas.
“Jika konflik ini terus bereskalasi, dampaknya bukan hanya regional, tetapi global—termasuk pada stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan internasional,” kata Idrus.
Duka dan Kecaman MUI
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Ali Khamenei melalui Tausiyah Nomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang ditandatangani Ketua Umum KH Anwar Iskandar dan Sekjen Buya Amirsyah Tambunan.
Baca Juga: Dino: Rencana Mediasi Prabowo ke Iran Tidak Realistis, AS Bakal Ogah Ditengahi
MUI mengutuk serangan Israel yang didukung Amerika Serikat karena dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan prinsip perdamaian dunia.
Namun, sesuai sikap politik Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Idrus menekankan bahwa sikap kecaman tidak boleh berhenti pada pernyataan moral semata.
“Kita harus mendorong dunia kembali pada kesadaran bahwa kekuatan sejati bukan pada rudal dan bom, melainkan pada kemampuan membangun perdamaian. Jika kekerasan terus dijadikan solusi, maka dunia sedang berjalan mundur,” ujarnya.
Ia berharap tragedi ini menjadi momentum refleksi global untuk menata ulang arsitektur keamanan internasional agar lebih adil dan berorientasi pada perlindungan manusia, bukan kepentingan geopolitik semata. *
Artikel Terkait
Eks Wamenlu RI Tegaskan Iran Bukan Agresor, Serangan AS Tunjukkan Tren Berbahaya Kebijakan Luar Negeri Washington
Iran Sambut Baik Mediasi Presiden Prabowo Subianto, Ungkap Daftar Aksi Spionase-Teror AS Sejak Era Mosshadegh Hingga Ayatullah Ali Khamanei
Dino: Rencana Mediasi Prabowo ke Iran Tidak Realistis, AS Bakal Ogah Ditengahi
Dino Patti Djalal: Konflik Iran Bisa Jadi Pengalihan Isu Domestik Trump di Tengah Kasus Epstein
Bentuk Solidaritas Kemanusiaan, PBNU Wajibkan Pembacaan Doa Qunut Nazilah di Seluruh Masjid NU