Bentuk Solidaritas Kemanusiaan, PBNU Wajibkan Pembacaan Doa Qunut Nazilah di Seluruh Masjid NU

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Senin, 2 Maret 2026 | 01:44 WIB
Logo Nahdlatul Ulama (Pinterest)
Logo Nahdlatul Ulama (Pinterest)

SENAYANPOST — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menginstruksikan seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menggalakkan kembali pelaksanaan qunut nazilah di seluruh Indonesia.

“Mencermati eskalasi konflik di Kawasan Timur Tengah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan ini menginstruksikan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menggalakkan kembali pelaksanaan Qunut Nazilah sebagaimana terlampir,” terang surat instruksi bernomor 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026.

Qunut nazilah dipahami sebagai ikhtiar batin berupa doa yang dipanjatkan saat umat Islam menghadapi situasi genting, musibah, atau ancaman keamanan yang serius.

Kebijakan ini merupakan bentuk solidaritas spiritual dan kepedulian terhadap peliknya situasi kemanusiaan yang sedang terjadi belakangan ini.

Baca Juga: Dino Patti Djalal: Konflik Iran Bisa Jadi Pengalihan Isu Domestik Trump di Tengah Kasus Epstein

PBNU menegaskan bahwa instruksi ini ditujukan kepada pengurus wilayah, cabang, pondok pesantren, hingga takmir masjid serta mushola di lingkungan NU se-Indonesia.

Dalam pedomannya, PBNU mewajibkan doa qunut nazilah dibaca pada rakaat terakhir dalam setiap shalat fardhu, termasuk saat salat jumat.

Pihak pengurus pusat juga memberikan penekanan bahwa selain salat subuh, doa qunut nazilah tersebut tidak didahului dengan doa qunut yang pada umumnya dibaca waktu subuh.

Sementara itu, khusus untuk salat subuh, doa qunut nazilah dibaca tepat setelah pembacaan doa qunut subuh yang rutin dilakukan.

Baca Juga: Dino: Rencana Mediasi Prabowo ke Iran Tidak Realistis, AS Bakal Ogah Ditengahi

Surat ini ditandatangani secara elektronik oleh jajaran pimpinan tertinggi PBNU, di antaranya Rais Aam KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf.

Melalui instruksi ini, PBNU mengajak seluruh warga Nahdliyin memperbanyak doa bersama demi memohon bimbingan dan pertolongan Allah SWT. Tujuan utama dari keseragaman tata cara ini adalah agar pelaksanaannya tetap tertib dan tidak menimbulkan kebingungan di tengah jamaah. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X