Donald Trump Konfirmasi AS Bergabung dalam Operasi Militer di Iran, Sekolah Dasar Jadi Sasaran Bom

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:20 WIB
Dokumentasi visual dari tempat kejadian perkara yang memperlihatkan dampak serangan rudal Amerika Serikat dan Israel terhadap sebuah sekolah dasar putri di Minab, Hormozgan, yang mengakibatkan 24 siswi kehilangan nyawa. (Telegram Irib News)
Dokumentasi visual dari tempat kejadian perkara yang memperlihatkan dampak serangan rudal Amerika Serikat dan Israel terhadap sebuah sekolah dasar putri di Minab, Hormozgan, yang mengakibatkan 24 siswi kehilangan nyawa. (Telegram Irib News)

SENAYANPOST – Sebanyak 70 siswi sekolah dasar dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah sekolah di kota Minab, Iran selatan, pada Sabtu (28/2/26) waktu setempat.  Menanggapi tragedi kemanusiaan ini, Presiden Iran menyampaikan kecaman keras atas insiden yang menimpa fasilitas pendidikan tersebut.

"Kami mengecam serangan terhadap sebuah sekolah di bagian selatan negara ini dan menganggapnya sebagai lembaran hitam lain dalam catatan kejahatan yang tak terhitung jumlahnya," tegas Presiden Iran dikutip dari farsnews.ir.

Laporan yang dirilis oleh kantor berita Fars ini muncul di tengah gelombang serangan udara besar-besaran yang diluncurkan oleh Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Republik Islam tersebut. Israel menyatakan bahwa operasi ini merupakan tindakan pencegahan terhadap sasaran militer dan fasilitas nuklir guna menetralisir ancaman dari Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa Washington turut bergabung dalam operasi militer tersebut. Trump menyebut kegagalan diplomasi nuklir sebagai pemicu langsung yang menyebabkan dimulainya kembali aksi pemboman.

Menanggapi situasi ini, Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan tersebut sebagai agresi militer kriminal yang dilakukan di tengah proses diplomasi. Teheran menegaskan bahwa saat ini adalah waktunya untuk membela tanah air serta menyerukan kepada anggota PBB untuk mengutuk pelanggaran terhadap Piagam PBB tersebut.

Baca Juga: Eskalasi Perang AS-Iran: Pengamat Peringatkan Ancaman Krisis Energi dan Tekanan Fiskal bagi Indonesia

Sebagai bentuk pembalasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) segera meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel. Pejabat di Teheran menjanjikan respons yang menentukan dan berpotensi berlangsung lama, yang semakin meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Selain menargetkan Israel, laporan media menyebutkan bahwa Iran juga mengarahkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di berbagai negara, termasuk Bahrain, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Arab Saudi.

Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa sekitar 35 rudal telah ditembakkan ke arah wilayah mereka dengan laporan satu orang terluka. Serangan terbaru ini menjadi kampanye militer besar kedua Israel terhadap Iran dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Sebelumnya, pada Juni 2025, militer Israel yang bekerja sama dengan Amerika Serikat juga melakukan pemboman mendadak selama 12 hari yang menewaskan sejumlah komandan senior militer, pejabat pemerintah, serta ilmuwan nuklir Iran. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Sumber: Russian Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X