Pandangan tersebut menyoroti bahwa kebuntuan AS–Iran tidak semata lahir dari perbedaan kepentingan, tetapi dari perbedaan cara memahami realitas politik itu sendiri—sebuah jurang persepsi yang terus menghambat diplomasi sekaligus meningkatkan risiko konfrontasi di masa depan.***
Artikel Terkait
Ali Larijani Tuduh Israel Penjajah Sabotase Negosiasi Program Nuklir antara AS dan Iran, Sebut Pengayaan Uranium 0 Persen Mustahil
Menlu AS Marco Rubio Sebut Washington Prioritaskan Kesepakatan Diplomatik soal Program Nuklir Iran
Bukan Bahas Iran dan Gaza, Netanyahu ke AS Minta Trump Desak Presiden Israel Berikan Amnesti atas Kasus Korupsinya
Citrinowicz: Iran Paham Posisi Lemahnya, Tapi Merasa Tak Punya Pilihan Lain
Donald Trump Ultimatum Lagi, Ancam Serang Iran dari Pangkalan Diego Garcia di Samudera Hindia