Bukan Bahas Iran dan Gaza, Netanyahu ke AS Minta Trump Desak Presiden Israel Berikan Amnesti atas Kasus Korupsinya

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Selasa, 17 Februari 2026 | 04:58 WIB

SENAYANPOST - Kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atau yang dikenal dengan Bibi bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis 12 Februari 2026 kemarin ternyata tidak membahas persiapan serangan ke Iran atau operasi militer di Jalur Gaza Palestina.

Pada pertemuan tersebut, PM Israel Benjamin Netanyahu hanya meminta Presiden AS Donald Trump untuk mendesak Presiden Israel Isaac Herzog agar memberikan amnesti kepadanya atas kasus korupsi yang melilitnya sejak tahun 2013.

Presiden Trump mendesak Presiden Israel Isaac Herzog dengan keras  karena tidak memberikan amnesti kepada PM Israel Benjamin Netanyahu hingga saat ini.

Desakan ini Presiden Trump terhadap Presiden Herzog merupakan intervensi terbaru dalam serangkaian intervensi dalam urusan domestik Israel terkait persidangan korupsi Netanyahu muncul sehari setelah ia bertemu Netanyahu selama tiga jam di Gedung Putih Washington DC

"Anda memiliki seorang presiden yang menolak untuk memberikan pengampunan kepadanya. Dia seharusnya malu pada dirinya sendiri. Presiden memiliki kekuasaan untuk memberikan pengampunan. Dia tidak ingin melakukannya, karena saya kira dia akan kehilangan kekuasaannya. Saya pikir rakyat Israel seharusnya benar-benar mempermalukannya. Dia memalukan karena tidak memberikannya," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

Presiden Israel Isaac Herzog dan timnya sedang dalam perjalanan kembali ke Israel dari Australia ketika Trump membahas kasus korupsi Netanyahu, dan mereka  terkejut dengan komentar Presiden Trump yang dianggap terlalu jauh mencampuri masalah hukum di Israel. 

"Presiden Herzog menghargai Presiden Trump atas kontribusinya yang signifikan bagi Negara Israel dan keamanannya. Israel adalah negara berdaulat yang diatur oleh supremasi hukum secara konstitusional. Bertentangan dengan kesan yang ditimbulkan oleh pernyataan Presiden Trump, Presiden Herzog belum membuat keputusan apa pun mengenai masalah ini," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Trump telah berulang kali campur tangan dalam politik dan sistem peradilan Israel dengan menekan Herzog untuk mengampuni Netanyahu, yang sedang diadili atas berbagai tuduhan korupsi.

Kantor Kepresidenan Israel menegaskan bahwa bahwa permintaan amnesti dari PM Israel Benjamin Netanyahu saat ini sedang ditinjau oleh Kementerian Kehakiman untuk mendapatkan pendapat hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Presiden Herzog akan mempertimbangkan permintaan tersebut hanya setelah proses ini selesai, sesuai dengan hukum, tanpa tekanan eksternal atau internal," tegasnya.

Diketahui, Presiden Israel selaku kepala negara hanya memiliki kewenangan memberikan amnesti kepada terdakwa kasus hukum, bukan saat status hukumnya masih tersangka. Jika Presiden Israel Isaac Herzog memberikan amnesti kepada PM Israel Benjamin Netanyahu, maka dengan sendirinya Presiden Israel Isaac Herzog akan melanggar hukum dan dapat digulingkan oleh Kneeset Parlemen Israel.

Benjamin Netanyahu sejak tahun 2013 tersangkut 3 (tiga) kasus korupsi yang dikenal dalam Dokumen Kasus No. 1000, Dokumen Kasus No. 2000 dan Dokumen Kasus No. 4000. 

Dokumen Kasus No. 1000, Netanyahu dituduh memiliki konflik kepentingan saat menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan menangani urusan yang berkaitan dengan kepentingan bisnis Arnon Milchan. Jaksa penuntut menduga bahwa Netanyahu menerima cerutu dan sampanye mahal senilai $195.000 dari Milchan dan James Packer, seorang teman Milchan, selama periode 20 tahun, serta perhiasan untuk istri Netanyahu, Sara, senilai $3.100.

Dokumen Kasus No. 2000 adalah investigasi kriminal yang menyangkut hubungan antara Netanyahu dan penerbit serta pemilik pengendali Yedioth Ahronoth, Arnon Mozes. Tawaran tersebut mengarah pada perubahan signifikan yang lebih baik dalam cara Netanyahu dan anggota keluarganya diliput di Yedioth Ahronoth, dan perubahan yang lebih buruk dalam cara lawan politiknya diliput. Sebagai imbalannya, Netanyahu harus menggunakan pengaruhnya untuk mempromosikan undang-undang yang akan memberlakukan pembatasan pada Israel Hayom dan membawa keuntungan finansial yang signifikan bagi Mozes dan bisnisnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X