Usai Pertemuan AS dan Iran di Oman, Pengamat: Waktu Pengambilan Keputusan Kian Menyempit

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 19:05 WIB
Pengamat Timur Tengah Danny Citrinowicz menilai pertemuan perdana AS dan Iran di Oman belum lama ini, Washington memiliki waktu terbatas. (Dok. ICJ)
Pengamat Timur Tengah Danny Citrinowicz menilai pertemuan perdana AS dan Iran di Oman belum lama ini, Washington memiliki waktu terbatas. (Dok. ICJ)

Amerika Serikat, menurutnya, harus memilih antara mempersempit agenda negosiasi demi meningkatkan peluang kesepahaman, atau memaksakan perluasan isu yang justru berisiko menggagalkan pembicaraan.

"Amerika Serikat harus memutuskan apakah akan memfokuskan negosiasi secara ketat pada isu nuklir—yang dapat meningkatkan peluang tercapainya kesepahaman—atau bersikeras memperluas agenda ke isu regional dan keamanan yang jauh lebih berpotensi menggagalkan pembicaraan dan mempercepat eskalasi," ujarnya.

Baca Juga: Menlu Abbas Araghchi Pastikan Pembicaraan Iran dan AS Berlangsung di Oman, Begini Reaksi Israel

Citrinowicz juga mengingatkan bahwa tekanan semata tidak akan menghasilkan kapitulasi Iran.

Menurutnya, jika Republik Islam tidak bersedia berkompromi dalam kondisi melemah seperti saat ini, kecil kemungkinan mereka akan melakukannya di masa depan.

"Jika Republik Islam tidak bersedia membuat konsesi dalam kondisi kelemahannya saat ini, kecil kemungkinan mereka akan melakukannya dalam kondisi apa pun yang dapat diperkirakan. Tekanan semata tidak akan menghasilkan kapitulasi Iran," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tujuan kedua belah pihak saat ini bukanlah kesepakatan nuklir komprehensif.

Sebaliknya, yang dicari adalah serangkaian kesepahaman terbatas.

Baca Juga: Mediator Usulkan Kerangka Pembicaraan Iran dan AS, Apa Isinya?

"Tujuannya tampaknya bukan perjanjian nuklir yang menyeluruh, melainkan seperangkat kesepahaman terbatas—cukup bagi presiden Amerika untuk mengklaim pencapaian diplomatik yang bermakna, yang dapat dijadikan alasan untuk mengurungkan serangan militer," tulis Citrinowicz.

Menutup analisanya, Citrinowicz menegaskan bahwa hari-hari ke depan akan menjadi periode krusial bagi arah hubungan AS–Iran.

"Hari-hari yang menentukan ada di depan," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: X @citrinowicz

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X