Citrinowicz menilai jurang persepsi ini membuat kedua pihak hampir tidak memiliki ruang negosiasi yang nyata.
"Kesenjangan persepsi ini mencegah kedua pihak bahkan untuk duduk di meja perundingan secara substantif, karena pada tingkat paling dasar hampir tidak ada yang bisa dinegosiasikan," tulisnya.
Ia mengingatkan bahwa meskipun persepsi Iran sering dianggap berlebihan, dari sudut pandang rezim, keberhasilan bertahan dari tekanan militer dan domestik justru memperkuat keyakinan bahwa mereka telah menghadapi skema Barat yang lebih luas.
"Dari sudut pandang rezim, keberhasilan bertahan dari konfrontasi militer dan gejolak domestik memperkuat keyakinan bahwa mereka telah menghadapi dan menahan plot Barat yang lebih besar," kata Citrinowicz.
Karena itu, ia menilai bahwa sekalipun pembicaraan di Oman berlangsung—kemungkinan besar berkat peran Qatar—posisi awal kedua pihak hampir menjamin kegagalan.
"Selama Ayatollah Khamenei masih berkuasa, tidak ada tekanan dari Washington yang kemungkinan besar akan menghasilkan kapitulasi," tulisnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa runtuhnya rezim tidak otomatis melahirkan Iran yang stabil atau demokratis.
"Runtuhnya rezim bukan jaminan terciptanya Iran yang stabil atau demokratis; hal itu justru bisa menghasilkan instabilitas yang lebih besar," ujarnya.
Citrinowicz menutup analisanya dengan menilai bahwa memainkan strategi saling gertak dengan Iran tidak memiliki nilai strategis.
"Tidak ada nilai dalam memainkan permainan adu nyali dengan Iran. Sangat kecil kemungkinan mereka akan mundur, bahkan sejengkal pun," tulisnya.
Dalam kondisi saat ini, ia menyimpulkan bahwa Washington dihadapkan pada pilihan sulit: membuat konsesi besar di meja perundingan atau perlahan bergerak menuju opsi militer.
Namun satu hal, tegas Citrinowicz, harus diakui—Iran tidak akan menerima persyaratan Amerika, apa pun bentuk tekanan yang diberikan.***
Artikel Terkait
Iran Pertimbangkan soal Pembicaraan Tidak Langsung dengan AS
Strategi Iran Hadapi Kemungkinan Agresi Militer AS, Respons Bertahap atau Eskalasi Konflik? Ini Kata Pakar HI dan Pertahanan
Pengamat: Demokrasi Iran Masih Bersifat Utopis, Perubahan Rezim Tak Akan Berujung Runtuhnya Republik Islam
Hindari Perang Besar, AS Pilih Tunda Serangan Militer ke Iran
AS Tembak Jatuh Drone Iran, Donald Trump Sebut Pembicaraan dengan Teheran Masih Berlanjut