SENAYANPOST - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa perang di Timur Tengah bukan kepentingan Washington maupun Teheran.
Hal ini disampaikan Pezeshkian di tengah ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Lebih lanjut, Pezeshkian mengatakan bahwa baik AS dan Iran tidak mendapatkan apa pun dari perang di Timur Tengah, yang hanya akan menggoyahkan seluruh kawasan.
"Iran tidak mencari dan tidak menginginkan perang dalam bentuk apa pun, dan sangat yakin bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, Amerika Serikat, atau kawasan secara keseluruhan," kata Mazoud Pezeshkian pada 1 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari TASS News Agency.
Hal itu pula disampaikan selama percakapan telepon dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah Al Sisi.
Ia juga menyatakan harapan bahwa Washington telah menyadari bahwa tidak mungkin memaksa Teheran untuk bernegosiasi melalui ancaman dan tekanan.
"Jelas bahwa setiap agresi atau serangan terhadap wilayah kami akan ditanggapi dengan respons yang tegas dan kuat, tetapi Iran terus mencari solusi diplomatik," tambahnya.
Pada 26 Januari, Trump mengumumkan bahwa 'armada besar' sedang menuju Iran.
Ia menyatakan harapan bahwa Teheran akan kembali ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan yang 'adil dan merata' yang akan mencakup penghapusan total senjata nuklir.
Pemimpin AS tersebut mengingatkan bahwa pada Juni 2025, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir di Republik Islam dalam operasi yang dijuluki Midnight Hammer.
Ia memperingatkan bahwa 'serangan berikutnya akan jauh lebih buruk', dan mendesak agar hal itu tidak terjadi.
Artikel Terkait
Menlu AS Marco Rubio Singgung Perubahan Rezim di Iran: Lebih Kompleks dari Venezuela
Jika Rezim Iran Runtuh, Siapa yang Mengisi Kekuasaan? Ini Jawaban dari Washington
Mantan Diplomat Inggris Klaim Iran Dapat Kalahkan Israel Penjajah dalam Perang Besar
Veteran Kerajaan Tailan: Konflik AS dan Iran Bisa Picu Krisis Ekonomi Global hingga Goyahkan Timur Tengah
Presiden AS Donald Trump Berharap Iran Terima Kesepakatan dengan Washington, Singgung soal Senjata Nuklir