Hasilnya adalah keseimbangan yang sangat tidak stabil, di mana setiap opsi membawa biaya luar biasa.
Salah perhitungan dari salah satu pihak dapat dengan cepat mengubah sinyal strategis menjadi konfrontasi langsung.
Baca Juga: Pertamina Berhasil Boyong 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair untuk Ketahanan Energi
Analisis Citrinowicz ini menegaskan bahwa AS–Iran kini berada di titik kritis, di mana tekanan internal, persepsi kekuatan, dan pertimbangan ideologis bersatu membentuk risiko strategis yang tinggi bagi kedua belah pihak.***
Artikel Terkait
Menlu AS Marco Rubio Singgung Perubahan Rezim di Iran: Lebih Kompleks dari Venezuela
Jika Rezim Iran Runtuh, Siapa yang Mengisi Kekuasaan? Ini Jawaban dari Washington
Mantan Diplomat Inggris Klaim Iran Dapat Kalahkan Israel Penjajah dalam Perang Besar
Veteran Kerajaan Tailan: Konflik AS dan Iran Bisa Picu Krisis Ekonomi Global hingga Goyahkan Timur Tengah
Presiden AS Donald Trump Berharap Iran Terima Kesepakatan dengan Washington, Singgung soal Senjata Nuklir