Teheran menanggapi pernyataan Trump dengan mengancam seluruh infrastruktur militer Amerika Serikat dan sekutunya di Timur Tengah jika terjadi agresi terhadap Iran.
Pada 28 Januari, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menekankan bahwa Iran siap untuk bernegosiasi, tetapi hanya tanpa ancaman dan intimidasi dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Mantan Diplomat Inggris Klaim Iran Dapat Kalahkan Israel Penjajah dalam Perang Besar
Di saat yang bersamaan, Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mengunjungi Teheran dan membahas upaya untuk meredakan situasi di Timur Tengah dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani, kata Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sebuah pernyataan.
"Selama pertemuan, mereka (para pihak) meninjau upaya-upaya yang sedang dilakukan untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut," catat kementerian itu.
Perdana Menteri Qatar menekankan bahwa Doha mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk "mengurangi ketegangan dan mencapai solusi damai yang meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut".***
Artikel Terkait
Menlu AS Marco Rubio Singgung Perubahan Rezim di Iran: Lebih Kompleks dari Venezuela
Jika Rezim Iran Runtuh, Siapa yang Mengisi Kekuasaan? Ini Jawaban dari Washington
Mantan Diplomat Inggris Klaim Iran Dapat Kalahkan Israel Penjajah dalam Perang Besar
Veteran Kerajaan Tailan: Konflik AS dan Iran Bisa Picu Krisis Ekonomi Global hingga Goyahkan Timur Tengah
Presiden AS Donald Trump Berharap Iran Terima Kesepakatan dengan Washington, Singgung soal Senjata Nuklir