Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa 'armada besar' sedang menuju Iran.
Ia menyatakan harapan bahwa Teheran akan duduk di meja perundingan dan menyimpulkan kesepakatan yang 'adil dan merata', yang menyiratkan penolakan total terhadap senjata nuklir.
Pemimpin AS itu mengingatkan bahwa, pada Juni 2025, AS melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir di Iran dalam operasi yang diberi kode nama Midnight Hammer.
Trump memperingatkan bahwa 'serangan berikutnya akan jauh lebih buruk', dan mendesak 'untuk tidak mengulangi hal itu lagi'.***
Artikel Terkait
Presiden AS Donald Trump Berniat Lanjutkan Dialog dengan Iran, Desak Teheran Hentikan Pengembangan Senjata Nuklir
Menlu AS Marco Rubio Sebut Pemerintah Iran Melemah dari Sebelumnya, Ungkap Alasan Kirim USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah
Menlu AS Marco Rubio Singgung Perubahan Rezim di Iran: Lebih Kompleks dari Venezuela
Jika Rezim Iran Runtuh, Siapa yang Mengisi Kekuasaan? Ini Jawaban dari Washington
Mantan Diplomat Inggris Klaim Iran Dapat Kalahkan Israel Penjajah dalam Perang Besar