SENAYANPOST - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, dalam pidato yang disiarkan televisi menekankan bahwa dalam Perang 12 Hari, bangsa Iran mengalahkan AS dan rezim Zionis Israel tanpa ragu belum lama ini.
Lebih lanjut, Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa AS dan Zionis Israel datang, berbuat jahat, dipukuli, dan kembali dengan tangan hampa, dan kekalahan ini adalah kekalahan yang sesungguhnya.
Ayatollah Khamenei menyampaikan pidato tersebut mengenai isu-isu terkini yang menyangkut Iran, kawasan, dan dunia.
Baca Juga: Mantan Dubes Iran Ungkap Alasan Hamas Terima Gencatan Senjata di Gaza
"Menurut rumor, rezim Zionis telah merencanakan dan mempersiapkan perang ini selama dua puluh tahun. Beberapa orang mengatakan hal ini. Dua puluh tahun perencanaan dilakukan untuk memicu perang di Iran dan untuk mendorong rakyat agar bergabung dengan mereka dan melawan rezim tersebut," kata Ayatollah Ali Khamenei pada 27 November 2025, dikutip SenayanPost.com dari IRNA News Agency.
Ayatollah Khamenei menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan rezim Israel tidak mencapai satu pun tujuan mereka dalam menyerang Iran, dan ini tidak diragukan lagi merupakan tanda kegagalan mereka.
Ayatollah Khamenei merujuk pada kerugian besar yang diderita AS dalam perang 12 hari meskipun telah mengerahkan peralatan militer tercanggihnya, termasuk kapal selam, jet tempur, dan sistem pertahanan mutakhir.
Baca Juga: Veteran AS: Israel Bakal Hancur Jika Serang Iran Lagi
"Amerika Serikat mengalami kerugian besar dalam perang ini, karena meskipun menggunakan senjata ofensif dan defensif terbaru, Amerika Serikat tidak dapat mencapai tujuannya untuk menipu bangsa dan memenangkan dukungan mereka. Sebaliknya, persatuan rakyat meningkat, dan Amerika Serikat juga digagalkan," lanjutnya.
"Tentu saja, kami juga menderita kerugian, dan, sebagaimana sifat perang, nyawa-nyawa berharga melayang. Namun Republik Islam menunjukkan bahwa ia adalah pusat tekad dan kekuatan, mampu berdiri kokoh dan mengambil keputusan tanpa takut akan kegaduhan di sekitarnya. Lebih lanjut, kerusakan material yang ditimbulkan pada musuh yang menyerang jauh lebih besar daripada kerugian material yang kami derita," tambahnya.
Di awal pidatonya, Ayatollah Khamenei memuji keluarga Baisji atas upaya mereka di berbagai bidang dan juga atas keimanan mereka.
Beliau sangat mementingkan peran Basij dalam masyarakat Iran, dan menggambarkan Basij sebagai aset yang besar dan berharga.
Ayatollah Khamenei juga memuji Basij atas penolakan mereka terhadap intimidasi dalam sistem dunia dan menciptakan perlawanan terhadap Arogansi Global.
Artikel Terkait
Bukan Two State Solution, Pemimpin Tertinggi Iran Usulkan Ini untuk Selesaikan Konflik Israel dan Palestina
Ahmad Al Sharaa Sebut Pemutusan Hubungan Suriah dan Iran Tidak Permanen, Ini Tanggapan Teheran
Kedubes Iran Buka Suara soal Berakhirnya Resolusi DK PBB Nomor 2231 dan JCPOA Terkait Program Nuklir Damai
Veteran AS: Israel Bakal Hancur Jika Serang Iran Lagi
Mantan Dubes Iran Ungkap Alasan Hamas Terima Gencatan Senjata di Gaza