Analis: Israel Diduga Gagalkan Kesepakatan AS-Iran hingga Lima Kali

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 16 Juni 2026 | 19:03 WIB
Analis politik menyebut bahwa Israel diduga melakukan sabotase untuk menggagalkan kesepakatan antara AS dan Iran. (X.com/@IsraeliPM)
Analis politik menyebut bahwa Israel diduga melakukan sabotase untuk menggagalkan kesepakatan antara AS dan Iran. (X.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Analis politik Iran, Dr. Emad Abshenas, menilai Israel berperan dalam menggagalkan sejumlah upaya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Abshenas, Washington dan Teheran sebenarnya telah beberapa kali berada di ambang tercapainya kesepakatan, baik pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden maupun Presiden Donald Trump.

"Iran dan AS hampir mencapai kesepakatan setidaknya tiga kali selama masa jabatan Biden dan dua kali selama masa jabatan Trump," kata Abshenas pada 15 Juni 2026, dikutip SenayanPost.com dari Sputnik.

Lebanon Jadi Isu Penting dalam Negosiasi

Abshenas menjelaskan bahwa dalam perundingan terbaru, Iran menegaskan isu Lebanon harus menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Iran Umumkan Jadwal Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad

Menurut dia, Teheran memandang situasi di Lebanon tidak dapat dipisahkan dari dinamika keamanan kawasan dan hubungan Iran-AS.

Ia menilai Israel berupaya mempertahankan ketegangan di Lebanon guna menghambat peluang tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran.

"Untuk mencegah penandatanganan kesepakatan antara Iran dan AS, Israel telah menjaga ketegangan di Lebanon dengan segala cara yang mungkin," ujarnya.

Israel Dinilai Tetap Lanjutkan Operasi di Lebanon

Lebih lanjut, Abshenas menuding Israel memanfaatkan isu Lebanon dalam proses diplomasi regional sambil tetap mempertahankan operasi militernya.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat penyelesaian konflik menjadi semakin sulit.

Baca Juga: Pengamat: Kesepakatan Iran dan AS Tunjukkan Kemajuan, Perjanjian Komprehensif Masih Belum Pasti

"Mereka telah membawa Lebanon ke meja perundingan untuk mengeksploitasi mereka dan mengatakan bahwa masalah ini tidak ada hubungannya dengan pembicaraan Iran-AS," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Sputnik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X